Selasa, 19 Feb 2019 17:30 WIB

Siapkah Indonesia Hadapi Era e-Commerce 4.0?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta - Bisnis e-commerce di dunia, termasuk Indonesia, masih dalam tahap evolusi 3.0. Bentuk evolusi ini ditandai dengan menjamurnya e-commerce berbentuk marketplace di pasar.

Akan tetapi, era e-commerce 4.0 sudah menanti. Era ini akan ditandai dengan integrasi antara bisnis online dan bisnis offline.

Menurut Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan, integrasi ini penting agar kedua bentuk bisnis ini tidak saling "bunuh-membunuh". Untuk itu, ia menekankan pentingnya meluruskan pemahaman seolah-olah online akan mematikan offline.

"Kalau ada 'bunuh-bunuhan', ya sama saja offsetting GDP growth. Kita percaya ini akan menjadi masa depan e-commerce 4.0," kata Soeprapto di Jakarta, Selasa (19/2/2019).




Pengamat ekonomi Yustinus Pratowo pun menjabarkan ada beberapa sektor yang harus dipersiapkan oleh pemerintah yaitu infrastruktur, pembayaran, dan perpajakan. Menurut Yustinus, infrastruktur yang ia maksud bukan hanya tentang tersedianya internet di seluruh Indonesia, tapi juga pengadaan talenta digital.

Selain itu, infrastruktur berupa payment gateway juga menjadi sorotannya. Terutama karena hasil riset Ipsos yang menunjukkan 26% konsumen e-commerce tetap melakukan pembayaran via transfer lewat ATM saat berbelanja secara online.

Sedangkan isu perpajakan sendiri menurut Yustinus termasuk salah satu yang rumit dan ditakuti oleh pengguna. Ia pun menyarankan agar pemerintah untuk membantu e-commerce berkembang dahulu baru dikenakan pajak.

"Kalau e-commerce tumbuh, semuanya sudah terdaftar saya kira pajak itu akan ikut. Jangan dibalik, seolah-olah dipajakin dulu baru dikembangkan," pungkasnya.




(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed