Di Indonesia
Microsoft Targetkan 5.000 Perusahaan Menengah
- detikInet
Jakarta -
Dari 10.000 perusahaan berskala menengah di Indonesia, setengah dari jumlah itu diklaim Microsoft sudah menjadi klien mereka. Saat ini, Microsoft menargetkan 10 persen dari kliennya untuk mengupgrade produknya dan 5.000 sisanya diharapkan jadi klien baru mereka."Target market kami ada dua yakni, existing klien yang masih menggunakan produk lama dan perusahaan midsize lain yang belum menjadi klien kami," ujar Tony Chen, Presdir PT Microsoft Indonesia pada konferensi pers 'Transformasi IT Landscape Untuk Midsize Business' di kantor Microsoft di Gedung BEJ Jakarta, Kamis (15/9/2005). Product Manager Server PT Microsoft Indonesia Arif Darmawan mengatakan ada sekitar 10.000 perusahaan menengah yang jadi pangsa pasar Microsoft. Menurutnya, sudah sekitar 5.000 perusahaan menggunakan produk dari Microsoft. "Tapi dari 5.000 itu, 10 persennya belum pakai the latest technology," ujar Arif. Perusahaan menengah yang ditargetkan menjadi klien Microsoft Windows Server Solutions, menurut Arif, terbagi menjadi 3 segmen. Perusahaan dengan komputer (PC) sekitar 50, perusahaan dengan 50-250 PC, dan perusahaan dengan 250 PC keatas.Menurut Tony, perusahaan menengah (midsize business) menjadi bagian dari fokus Microsoft selain perusahaan berskala kecil, perusahaan berskala besar (enterprise), serta sektor publik dan pemerintahan.Banyak Peluang di Perusahaan MenengahMenurut Tony, perusahaan menengah masih banyak yang mempercayakan keamanan sistim mereka pada staf perorangan saja. Alih-alih mau mengurangi biaya pengeluaran teknologi informasi (TI), kenyataannya malah sebaliknya."Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang belum memahami sekuriti," ujarnya.Seperti dikutip Tony dari lembaga riset IDC, 50 persen masalah sekuriti masih diselesaikan secara manual dan 60 persen dari Total Cost of Ownership dalam 5 tahun, dikeluarkan untuk biaya perorangan."Hal itu memperlambat kinerja perusahaan dan menghabiskan banyak biaya. Spending IT yang paling tinggi ditujukan untuk membayar staf," ujarnya.Selain itu, menurut Tony, ada tiga isu yang terjadi dalam bisnis perusahaan menengah yakni kompleksitas dari segi teknis, masalah lisensi dan harga, serta kurangnya panduan bisnis dengan mengoptimalisi TI."Ketiga pilar itu untuk mengaddress bisnis di skala menengah. Untuk itu, midsize perlu tools," ujar Tony melihat peluang bisnis.Manager Midmarket Solution PT Microsoft Indonesia Lucas Tjahja Prawira, juga mengatakan ada dua hal yang dipertimbangkan oleh perusahaan berskala menengah, yakni masalah support dan harga."Kita melihat cuma ada sekitar 1-5 staf TI yang midsize punya untuk hadapi kompleksitas teknis agar sistim tetap secure. Hal itu tentunya membuat mereka (staf TI-red) kesulitan," ucap Lucas.
(ketepi/)