Jumat, 08 Feb 2019 15:25 WIB

Digitalisasi Asuransi ala PasarPolis, Seperti Apa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. PasarPolis Foto: Dok. PasarPolis
Jakarta - PasarPolis adalah perusahaan rintisan yang didirikan pada 2015, dan mengklaim sebagai perusahaan digital asuransi pertama dan satu-satunya di Indonesia. Seperti apa?

Dalam keterangannya, PasarPolis menyebut punya proses klaim asuransi yang mudah dan praktis, dalam rangka menghapuskan stigma proses pencairan klaim yang rumit dan memakan waktu.

Untuk mewujudkan hal itu, PasarPolis mengembangkan berbagai inovasi teknologi, hingga menjadi perusahaan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki fitur klaim instan.

"Salah satu keluhan yang paling umum dari pemegang polis adalah proses klaim asuransi yang rumit dan memakan waktu. Bahkan, setelah mengurus berkas yang diperlukan, masih ada kemungkinan klaim ditolak oleh perusahaan asuransi. Belajar dari situ, PasarPolis mengambil pendekatan yang berbeda dan mengutamakan kepraktisan dalam proses pencairan klaim. Kami menghadirkan fitur klaim instan supaya setiap pelanggan bisa mendapatkan hak mereka dengan cepat, tanpa direpotkan oleh dokumen atau syarat yang berbelit-belit," kata Cleosent Randing, founder dan CEO PasarPolis dalam keterangan pers yang diterima detikINET.

Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), saat ini baru 6,6% masyarakat Indonesia yang memiliki polis asuransi. Selain karena literasi asuransi yang masih rendah (15,7%), asuransi dipersepsikan sebagai produk keuangan yang mahal dan tidak terlalu dibutuhkan. Persyaratan klaim asuransi yang rumit juga membuat pemegang polis ragu untuk menggunakan asuransi.

PasarPolis mempunyai sejumlah produk asuransi dengan premi bagi seluruh kelas masyarakat, mulai dari harga 25 ribu rupiah. Lalu, berkat fitur klaim instan ala Pasarpolis, pemegang polis bisa mengajukan klaim asuransi secara otomatis menggunakan kecanggihan teknologi.

Saat ini, fitur klaim instan telah terintegrasi dengan maskapai Citilink dan semua maskapai penerbangan di JD.ID. Jika sewaktu-waktu pelanggan PasarPolis mengalami penundaan keberangkatan (delay), proses klaim asuransi akan diproses secara otomatis, sehingga pelanggan tidak perlu menyiapkan dokumen pencairan apapun.

Cleosent mengakui bahwa sistem tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama generasi millennial yang memiliki gaya hidup serba instan.

"Di era teknologi ini, semua orang ingin sesuatu yang cepat, instan, dan praktis. Begitu juga dengan pencairan klaim asuransi, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa merepotkan pelanggan," katanya.

Sejauh ini PasarPolis membukukan lebih dari 100.000 pembeli asuransi penerbangan dan ratusan pencairan klaim setiap bulannya. Pada periode kuartal keempat 2018, PasarPolis mencatatkan premi sebesar 50 miliar rupiah dan lebih dari 1 juta polis asuransi yang terjual.

Pada tahun 2018, PasarPolis telah mendapatkan investasi pendanaan seri A dari tiga start-up unicorn Indonesia, yaitu Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. Memasuki tahun 2019, PasarPolis menargetkan penjualan premi senilai 350 miliar rupiah.

"Dalam waktu dekat, kami akan menawarkan lebih banyak fitur klaim instan di mitra bisnis kami, seperti asuransi perjalanan dengan Kereta Api Indonesia. Selain fitur klaim instan, kami juga sedang mempersiapkan peluncuran real-time claim. Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia untuk menggunakan asuransi dan menghindari risiko yang tidak diinginkan," tutup Cleosent. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
Layar Pemilu
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya