Jumat, 01 Feb 2019 18:50 WIB

Intel Tunjuk Mantan Bos eBay Jadi CEO

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Intel tunjuk Bob Swan, mantan bos eBay, untuk menjadi CEO barunya. Foto: Reuters/Tyrone Siu Intel tunjuk Bob Swan, mantan bos eBay, untuk menjadi CEO barunya. Foto: Reuters/Tyrone Siu
Jakarta - Intel mengumumkan bahwa Bob Swan resmi menjadi CEO barunya. Bob, yang juga akan tergabung ke dalam jajaran direksi Intel, menjadi CEO ketujuh sepanjang 50 tahun perjalanan produsen chip tersebut.

Sebelumnya, Bob menjabat sebagai CFO di Intel sejak 2016. Jabatan serupa sempat ia pegang di eBay dalam kurun waktu sembilan tahun, sebelum ia bergabung ke Intel. Kemudian, dalam enam bulan terakhir, ia memiliki memiliki jabatan rangkap sebagai CEO interim.




Tanggung jawab tersebut diembannya setelah perusahaan ini ditinggal Brian Krzanich, CEO terdahulu, pada Juni. Hal tersebut menyusul terumbarnya perselingkuhan dirinya dengan salah satu karyawan.

"Dalam tugas saya sebagai CEO interim, saya telah mengembangkan pemahaman yang lebih dalam mengenai peluang dan tantangan yang dimiliki oleh Intel, juga orang-orang dan konsumen kami," ujar Bob dalam rilis yang diterbitkan Intel di laman resminya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tak segang-segan untuk mengambil kesempatan ketika jajaran direksi memercayakan dirinya untuk menjadi CEO tetap. Baginya, Intel merupakan perusahaan yang spesial.

"Saya merasa terhormat mendapat kesempatan untuk terus bekerja dengan direksi dan lebih dari 107 ribu karyawan seraya kami membawa perusahaan ini ke depan," katanya.

Bob Swan, CEO Intel yang baru.Bob Swan, CEO Intel yang baru. Foto: Intel



Nantinya, posisi CFO yang kosong untuk sementara akan diisi oleh Todd Underwood. Ia memegang jabatan sebagai Vice President of Finance sekaligus Director of Corporate Planning and Reporting di Intel.

Menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah Bob dalam memimpin Intel ke depan. Pasalnya, CEO sebelumnya disebut kurang berhasil, yang imbasnya membuat Intel gagal memenuhi target produksi massal untuk sejumlah chipnya dan belum bisa menerapkan pabrikasi chip teranyar untuk produk buatannya.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed