PalmSource Diakusisi Access 324,3 Juta Dolar
- detikInet
Jakarta -
Access sebuah produsen embedded browser piranti bergerak dan ponsel yang berbasis di Jepang, telah mengumumkan akuisisinya terhadap PalmSource, perusahaan di balik sistim operasi piranti bergerak Palm.Perjanjian ini bernilai US$ 324,3 juta (US$ 1 = Rp 10.250 sumber : detik.com) atau setara dengan saham PalmSource sebesar US$ 18,50 per lembarnya.Access akan membayar 83 persen premi atas penutupan harga sebesar US$10,09 pada hari Kamis (8/9/2005), meskipun pada pagi harinya saham PalmSource sempat melonjak dari US$ 7,79 hingga US$ 17,88 dalam perdagangan yang dinilai sangat ketat.Saham PalmSource sendiri sebetulnya melemah sejak debutnya di tahun 2003. Secara konsisten pihaknya kehilangan nilai karena para investor ragu dengan model bisnis perusahaan dan apakah sistem operasi tersebut dapat bertahan sebagai bisnis yang terpisah.Perusahaan tersebut juga harus berhadapan dengan kejatuhan pasar perangkat personal digital assistance (PDA)di mana konsumen mulai beralih ke pasar ponsel cerdas (smart phone). Sebuah area yang dikuasai Symbian dan Nokia.Aksi akuisisi ini sedianya akan membuat Access menjadi salah satu industri software piranti bergerak dengan jajaran produk terluas. Tentunya tak lepas dari ahli pembuat platform sistem operasi serta sumber daya handal untuk mengembangkan produk piranti bergerak di atas platform Linux. PalmSource saat ini telah membuat pergeseran strategi dengan mendukung Linux."Kami sangat senang menjalin kemitraan dengan Access demi menjadi penyedia software bagi pasar piranti bergerak yang terdepan," papar Patrick McVeigh, CEO sementara PalmSource seperti yang dilansir oleh betanews dan dikutip oleh detikinet Senin (12/9/2005). "Kami percaya konsumen dan sinergi teknologi dari perusahaan yang digabungkan akan membuahkan kesempatan pasar baru untuk bagi kedua perusahaan secara global," imbuhnya lagi.Pengesahan merger terkait adalah tergantung dari hasil keputusan Direktur-direktur PalmSource maupun Access, bersama-sama dengan para pemegang saham. Kedua perusahaan tersebut berharap masalah merger ini bisa diselesaikan akhir tahun ini.
(ien/)