Senin, 21 Jan 2019 14:46 WIB

Berburu CEO, Intel Incar Eksekutif Apple

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Logo Intel. Foto: Reuters/Tyrone Siu Logo Intel. Foto: Reuters/Tyrone Siu
Jakarta - Intel sudah enam bulan tak punya CEO sejak ditinggal Brian Krzanich. Dalam proses pencarian CEO barunya, salah satu orang yang diincar Intel adalah SVP hardware technologies Apple Johny Srouji.

Berdasarkan laporan Ina Fried, Srouji ada dalam daftar orang yang diincar Intel untuk menjadi CEO-nya. Sementara sebelumnya Bloomberg pernah menyebut tiga nama besar yang sempat masuk ke dalam daftar tersebut.

Mereka adalah mantan CEO Motorola Sanjay Jha, dan dua orang eksekutif Intel yaitu Anand Chandrasekher (mantan presiden Qualcomm), dan Renee James, demikian dikutip detikINET dari Business Insider, Senin (21/1/2019).

James sendiri saat ini menjadi CEO di perusahaan chipnya sendiri yang bernama Ampere. Ia disebut membangun perusahaan tersebut dari bawah, dan disebut bahagia bekerja untuk dirinya sendiri untuk saat ini, sementara kandidat yang lain disebut menolak tawaran Intel tersebut.

Sementara Srouji disebut adalah sosok yang jenius, dan Intel akan sangat beruntung jika mereka berhasil meminang Srouji. Ia adalah bos di pengembangan chip internal Apple, dan sukses menghilangkan ketergantungan Apple dari Intel.


Salah satu hasil kerja Srouji adalah rencana Apple yang akan meninggalkan chip Intel untuk perangkat Mac pada 2020 mendatang. Meski sebenarnya rumor tersebut sudah beredar sejak lama dan belum terjadi sampai saat ini.

CEO Intel sebelumnya disebut kurang berhasil dalam memimpin perusahaan pembuat chip tersebut. Intel gagal memenuhi target produksi massal untuk sejumlah chipnya, dan termasuk belum bisa menerapkan pabrikasi chip teranyar untuk produk buatannya.

Krzanich mengundurkan diri dari Intel pada Juni lalu setelah ia ketahuan sempat berselingkuh dengan seorang karyawannya. Saat ini Intel dipimpin oleh CEO sementara, yaitu Bob Swan, yang juga adalah CFO Intel.

Srouji sendiri sebenarnya adalah mantan karyawan Intel, di mana ia pernah bekerja di fasilitas Intel di Israel sejak 1990 sampai 2005. Namun banyak yang menyebut Intel akan sulit untuk menarik Srouji kembali, bahkan untuk posisi tertinggi di Intel sekalipun.

Pasalnya Srouji dikabarkan adalah salah satu anak emas di Apple. Perusahaan asal Cupertino, AS, itu baru-baru ini memberikan kenaikan gaji besar bagi Srouji untuk mempertahankan agar ia tak pindah ke perusahaan lain.

Srouji, yang bergabung ke Apple pada 2008, mendapat saham terbatas Apple senilai USD 10 juta saat ia dipromosikan menjadi SVP hardware technologies. Saham itu baru bisa dicairkan setelah empat tahun.

Namun sebelum masa empat tahun itu terlewati, Apple menambah jumlah saham terbatasnya itu menjadi dua kali lipat. Srouji mendapat kompensasi sebesar USD 24,1 juta pada 2017, yang membuatnya menjadi eksekutif dengan gaji terbesar kedua setelah bos ritel Apple Angela Ahrendts.

Berburu CEO, Intel Incar Eksekutif Apple
(asj/krs)