Saingan Sama Baidu.com
Pangsa Pasar Google di Cina Jatuh
- detikInet
Jakarta -
Google mulai kehilangan pangsa pasarnya di Cina. Pasalnya, saingan mesin cari Google di Cina--Baidu.com--ternyata lebih handal menguasai pasar. Begitu menurut hasil survei.Survei yang dipelopori oleh Cina Internet Network Information Center (CNNIC) yang berbasis di Beijing, pangsa pasar Baidu.com Inc. di Beijing meningkat 10,8 persen menjadi 52 persen.Saham Google tadinya hanya sebesar 33 persen. Hal itu terungkap dari hasil survei CNNIC seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Rabu (31/8/2005).Sebagai informasi, Juni silam populasi Internet di Cina berkisar 103 juta. Menurut CNNIC populasi ini berada di peringkat kedua setelah Amerika Serikat.Jika digabungkan, Google dan Baidu menguasai 80 persen pasar di Beijing dan Shanghai, dan 75 persennya lagi di Guangzhou. Disinyalir, ketiga kota itu tercatat sebagai pengguna internet terbesar di Cina.Padahal menurut hasil survei enam bulan lalu, Google memegang predikat sebagai pemegang pangsa pasar terbesar di ketiga kota itu. Sayangnya survei yang diadakan awal Agustus silam tidak membeberkan berapa persen pangsa pasarnya.CNNIC mengemukakan Baidu memiliki pangsa pasar sebesar 43,9 persen di Shanghai. Bandingkan dengan Google yang hanya 38,2 persen. Sementara itu di Guangzhou, pangsa pasar Baidu sebesar 48 persen, sedangkan Google hanya 28,7 persen.Di sisi lain, raksasa internet Amerika Yahoo!, secara keseluruhan pangsa pasarnya bertahan di 3,7 persen. Ini lebih kecil dari kompetitornya di Cina--Sohu.com dan Sina Corp.--yang masing-masing sahamnya sebesar 4,6 persen dan 4 persen.Meski Google bisa dibilang populer sebagai mesin penjelajah situs di Cina sejak lama, namun rupanya kesadaran masyarakat akan merek ternama tersebut agak kurang. Perusahan yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat itu baru-baru ini juga mendirikan kantor di Shanghai guna memperluas pangsa pasar di Cina, yang bisa dibilang langkah ini agak terlambat.Bahkan, Google juga membeli 2,6 persen saham Baidu.com tahun lalu. Langkah ini dilakukan agar Google bisa menguasai pasar Cina yang kecil. Sementara itu, Baidu tetap keukeuh berusaha agar tetap menjadi saingan Google sebagai situs mesin cari berbahasa Cina.
(ien/)