Turunnya angka kecurangan di layanan Grab tak lepas dari kebijakan yang dilakukan perusahaan dalam memberikan keamanan dan perlindungan kepada konsumen.
"Keamanan dalam platform Grab sangat komprehensif, didukung mekanisme transaksi yang aman, proteksi data, dan deteksi penipuan, yang telah berhasil menurunkan angka kecurangan dalam platform Grab secara konsisten di bawah 1% pada semester kedua 2018," ujar Managing Director Ridzki Kramadibrata dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data di semester I 2018, Grab diketahui telah mengurangi kecurangan di layanannya hingga 80%. Grab memang telah meluncurkan kampanye lawan Opik (orderan fiktif), termasuk juga penggunaan Fake GPS, sejak 2017.
Sebelumnya Ridzki juga mengungkap untuk melindungi driver jujur, pihaknya menggunakan machine learning dalam memberantas segala bentuk kecurangan termasuk penggunaan aplikasi Fake GPS.
Sedangkan dari segi keamanan pihaknya pun melakukan pengembangan produk seperti menerapkan proses otentikasi bagi mitra driver maupun pelanggan, menghadirkan fitur Share My Ride, mengawasi driver dalam mengetahui pola mengemudi, penyamaran nomor telepon pelanggan, dan penambahan kamera di GrabCar yang termasuk ke dalam Roadmap Teknologi Keselamatan.
"Grab telah meningkatkan standar keselamatan industri transportasi secara keseluruhan di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Namun kami ingin terus menjadi lebih baik. Kami memahami bahwa semakin besar kami tumbuh, semakin besar pula tanggung jawab kami dalam menempatkan kerangka kerja dan parameter yang tepat terkait keselamatan bagi mitra pengemudi, penumpang maupun orang-orang terkasih mereka," ungkapnya.
(prf/krs)