Jumat, 23 Nov 2018 16:15 WIB

Laporan dari Singapura

Blak-blakan Pendiri Grab soal Aksi Demo Driver di Jakarta

Muhammad Idris - detikInet
Ilustrasi Grab (Foto: Reuters) Ilustrasi Grab (Foto: Reuters)
Singapura - Kantor Grab di Jalan Rasuna Said, Jakarta, beberapa kali didemo oleh pihak yang mengatasnamakan driver online, baik itu roda dua atau roda empat. Ramainya aksi-aksi demo tak jarang membuat lalu lintas di jalan arteri tersebut padat.

Co-Founder of Grab Tan Hooi Ling menyebut kalau demo tersebut dilakukan oleh segelintir pengemudi yang terkena suspend. Ia menyayangkan aksi demo yang sampai membuat jalanan macet, seraya menegaskan hal itu tak banyak berpengaruh pada operasi Grab secara umum di Indonesia.

"Pertama dalam operasi Grab, kita selalu mencoba mencari cara terbaik. Dan di Jakarta beberapa perilaku driver memiliki impact dengan menyebabkan macet saat melakukan protes, itu tidak baik. Tapi ini tidak berpengaruh secara luas dalam ekosistem kita yang besar, aksi protes dilakukan oleh segelintir minoritas driver," ungkap Tan di kantor pusat Grab, Singapura, Jumat (23/11/2018).




Tan juga blak-blakan mengatakan bahwa Grab memiliki alasan kuat untuk melakukan suspend. Hal itu, sambungnya, dilakukan Grab untuk menjamin agar keamanan dan kenyamanan layanan kepada pelanggan tetap terjaga.


Blak-blakan Pendiri Grab soal Aksi Demo Driver di JakartaCo-Founder Grab Tan Hooi Ling (Foto: Muhammad Idris/Detikcom)


"Para driver ini adalah mereka yang tidak beruntung karena terkena suspend dan larangan. Dan suspend ini terjadi karena beberapa alasan, pertama karena alasan keamanan, mereka tidak melayani konsumen dengan baik, kedua karena mereka mengakali sistem atau fraud," jelas Tan.

"Dan kita tahu di protes yang terjadi akhir-akhir ini, mereka meminta untuk unbanned atau unblock, dan kita tak bisa memenuhi tuntutan mereka karena kita berpatokan selalu membuat aplikasi yang aman untuk semua orang, juga mencegah kecurangan yang dilakukan segelintir driver," tuturnya.




Bahkan, menurut Tan, Grab sebenarnya juga sudah pernah memberi ulang kesempatan kepada para mitra pengemudinya untuk mematuhi aturan. Namun, pihaknya masih saja menerima aduan dari konsumen terhadap pengemudi-pengemudi yang dianggap nakal.

"Tahun lalu, sebenarnya memberikan kesempatan untuk mereka berubah lebih baik, tapi sayangnya perilaku buruk masih berlanjut. Kita juga selalu menerima feedback dari pelanggan terkait perilaku pengemudi. Kita mengambil keputusan berdasarkan data kita dan investigasi yang kita lakukan," pungkas Tan.


(ega/fyk)