Rabu, 31 Okt 2018 20:23 WIB

Tekad Grab Jadi Lebih Tangguh Bersama Amazon dan Microsoft

Virgina Maulita Putri - detikInet
Grab bertekad punya sistem lebih tangguh bersama Amazon dan Microsoft (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) Grab bertekad punya sistem lebih tangguh bersama Amazon dan Microsoft (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Grab kini mulai mengadopsi layanan cloud Microsoft, juga melanjutkan kerja sama dengan Amazon. Grab memang bertekad punya sistem lebih tangguh bersama keduanya.

Awal bulan ini Grab dikucuri dana investasi oleh Microsoft. Kedua pihak juga sepakat untuk melakukan kemitraan strategis. Salah satu bentuk kolaborasi itu adalah penggunaan layanan cloud Azure milik Microsoft oleh Grab.
Sebelum ini Grab sebenarnya telah menggunakan layanan cloud milik Amazon -- Amazon Web Service (AWS). Rupanya penggunaan Azure-nya Microsoft tak mengusik hubungan Grab dengan Amazon.

"Kami telah mulai adopsi Azure yang merupakan layanan cloud Microsoft sebagai penyedia layanan cloud kami, tapi tidak secara eksklusif," kata Chief Technology Officer Grab Theo Vassilakis saat ditemui di kantor Grab Indonesia di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

"Banyak bagian dari Grab yang dibangun di AWS dan kami terus bekerja sama dengan Amazon. Mereka telah menjadi mitra yang penting bagi kami," sambungnya.
Seiring berkembangnya bisnis Grab, menurut Theo, masuk akal bagi mereka untuk mencari mitra penyedia cloud baru. Hal ini diperlukan untuk menjamin layanan Grab yang kian tangguh.

"Karena ada lebih banyak tempat yang dapat digunakan untuk menjalankan layanan Grab, kalau ada yang salah di satu tempat kita bisa akses yang lain. Jadi itu salah satu cara multi cloud, membuat sistem kita terus tersedia dan lebih tangguh bagi pengguna," kata Vassilakis.

Selain itu, pria yang juga pernah bekerja di Microsoft ini mengatakan bahwa selain layanan cloud, Grab juga ingin memanfaatkan pusat riset yang dimiliki Microsoft.

"Microsoft telah berinvestasi lewat Microsoft Research dan itu adalah area yang ingin kita kerjakan bersama mereka," ujarnya.

"Apakah itu teknologi berbasis visual untuk aplikasi keamanan, apakah itu teknologi pengenalan suara untuk komunikasi yang lebih mudah atau teknologi machine translation, kita akan mengeksplorasi hal-hal tersebut bersama mereka," tutur Vassilakis.


(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed