Rabu, 10 Okt 2018 15:41 WIB

Viral Kasus Pelecehan oleh Driver, Grab Sudah Lakukan Hal-hal Ini

Virgina Maulita Putri - detikInet
Grab sudah melakukan 3 hal prosedural terkait viral kasus pelecehan oleh drivernya (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) Grab sudah melakukan 3 hal prosedural terkait viral kasus pelecehan oleh drivernya (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Pihak Grab memaparkan hal-hal prosedural yang sudah mereka lakukan sehubungan dengan viralnya kabar pelecehan yang dilakukan salah seorang drivernya kepada penumpang.

Dijelaskan oleh Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, pengemudi yang melakukan pelanggaran (dalam kasus ini disebut-sebut dengan memaksa mencium penumpangnya) telah menerima suspensi sebagai salah satu bagian dari prosedur standar Grab.

"Grab itu mempunyai standard procedure-nya yang mana kita langsung melakukan, kalau ada pelanggaran dari driver, kita akan melakukan immediate suspensi kepada pengemudi yang dilaporkan berkaitan suatu hal tersebut," kata Ridzki usai peluncuran GrabCar Plus dan SewaGrabCar di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/10/18).




Sebagai langkah lain, Grab juga telah berusaha meminta klarifikasi dari kedua belah pihak, yakni pengemudi dan penumpang, secara terpisah. Hal itu dilakukan melalui telepon dan juga secara langsung. Mereka pun siap memberikan bantuan jika kasus ini hendak dilaporkan ke polisi.

"Kita yang jelas sudah lakukan tiga prosedur tadi. Untuk pelaporan ke polisi kita berikan kepada masing-masing pihak nanti yang mana kita akan berikan asistensi," lanjut Ridzki.

Lewat akun Twitter-nya, Grab sempat menyatakan ingin mempertemukan pengemudi dengan penumpang. Ridzki memberi penjelasan lebih lanjut seputar hal tersebut dengan menegaskan bahwa privasi kedua belah pihak merupakan hal yang mutlak.

"Itu termasuk salah satu ajakan. Tapi yang jelas klarifikasi kami lakukan secara terpisah masing-masing. Kita sudah berusaha untuk menghubungi, bukan untuk dipertemukan saja tapi juga untuk melakukan klarifikasi secara terpisah," jelasnya.




Ia menekankan lagi bahwa keamanan penumpang merupakan prioritas utama bagi Grab dan pihaknya telah memiliki serangkaian ketentuan yang harus dipenuhi calon pengemudi yang ingin bergabung ke platform ride hailing tersebut.

Selain ketentuan tersebut, Grab juga memiliki fitur emergency button yang dapat digunakan pengguna untuk mengirimkan pesan kepada orang-orang yang dipilih menjadi emergency contact ketika mengalami gangguan.

"Emergency button itu dalam berkendara, misalnya naik Grab, silahkan dipencet emergency buttton-nya itu nanti akan men-dispatch kepada orang-orang yang sudah didaftarkan," jelas Ridzki.

"Bukan hanya bilang bahwa oke saya membutuhkan emergency di sini tapi juga memberikan dispacth lokasi di mana saat penumpang berada," tuturnya.

Tonton video 'Viral Kasus Pelecehan, Grab Janji Tingkatkan Fitur Keamanan':

[Gambas:Video 20detik]

(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed