Minggu, 30 Sep 2018 12:09 WIB

Elon Musk akan Mundur dari Jabatan Chairman Tesla

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Joshua Lott/Getty Images Foto: Joshua Lott/Getty Images
Jakarta - Setelah dituntut oleh badan pengawas pasar saham Amerika Serikat (SEC) karena cuitannya yang ingin membawa Tesla menjadi perusahaan privat, CEO Tesla Elon Musk akhirnya memutuskan untuk berdamai.

Tapi, perjanjian damai ini datang dengan biaya yang tidak murah. Musk setuju untuk membayar penalti sebesar USD 20 juta (Rp 298 miliar) dan dalam 45 hari harus mundur sebagai chairman Tesla selama tiga tahun. Namun, ia masih dapat mempertahankan posisinya sebagai CEO Tesla.

Tidak hanya Musk, Tesla juga harus membayar denda dengan nominal serupa. Tesla juga diharuskan menunjuk dua direktur independen baru ke dewan direksinya dan juga melakukan perubahan tata kelola perusahaan.



"SEC hari ini juga menuntut Tesla dengan kegagalan untuk memiliki kontrol dan prosedur terkait dengan tweet Musk, tuduhan yang telah disetujui Tesla untuk diselesaikan," kata SEC dalam keterangan resminya, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Minggu (30/9/2018).

"Perjanjian, yang masih menunggu persetujuan dari pengadilan, akan menghasilkan reformasi tata kelola yang menyeluruh serta reformasi lainnya di Tesla - termasuk penghapusan Musk sebagai Chairman direksi Tesla - dan pembayaran denda oleh Musk dan Tesla," lanjutnya.

SEC sendiri dalam pernyataan resminya mengatakan, ini akan menjadi pelajaran bagi perusahaan lain untuk tidak memberikan informasi yang salah dan menyesatkan kepada investor.

"Secara spesifik, ketika perusahaan dan orang dalam perusahaan tersebut membuat pernyataan, mereka harus bertindak secara bertanggung jawab, termasuk berusaha untuk memastikan keterangan tersebut tidak salah atau menyesatkan dan tidak menghilangkan informasi yang dianggap penting oleh investor dalam membuat keputusan investasi," kata Chairman SEC, Jay Clayton.

Perjanjian ini sendiri merupakan hasil yang lebih baik bagi Musk dari yang sebelumnya diperkirakan. Sebab, dalam tuntutannya, SEC meminta hakim untuk mencegah Musk untuk menjadi pegawai atau direktur dari perusahaan publik sebagai salah satu bentuk hukumannya.

Sebelumnya dilaporkan, cuitan Musk pada 7 Agustus yang mengatakan bahwa ia ingin membawa Tesla menjadi perusahaan privat menjadi perhatian regulator AS, termasuk SEC dan Departemen Kehakiman.



Menurut SEC, cuitan Musk tersebut dianggap memberikan informasi yang salah dan menyesatkan investor. Walaupun Musk mengatakan bahwa ia sudah memiliki pendanaan dari investor Arab Saudi dan tinggal menunggu pengambilan suara dari pemegang saham, SEC menemukan bahwa pernyataan Musk tersebut tidak berdasarkan fakta.

Tonton 'Kalah Melawan SEC, Elon Musk Mundur dari Tesla' di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)