Telkomsel Salip Pendapatan Induknya
- detikInet
Jakarta -
Pendapatan PT Telkomsel (operator telekomunikasi selular-red), yang notabene merupakan anak perusahaan dari PT Telkom, melampaui 'emak'-nya pada semester pertama 2005. Hal itu menunjukkan growth selular melampaui fixed wireless secara signifikan.Fakta itu terungkap pada acara konperensi pers Kinerja Telkom Semester I 2005 yang bertempat di Gedung Grha Citra Caraka Jakarta, Selasa (16/8/2005). "Terjadi crossover untuk pertama kali. Subsidiary kita (Telkomsel-red) melampaui pendapatan kita," ujar Dirut Telkom Arwin Rasyid di sela-sela presentasinya.Menurut Arwin, tingkat pertumbuhan selular meningkat dengan sangat pesat. Seperti dikatakan olehnya, dari total pendapatan SMS per harinya saja, Telkomsel mampu mengeruk keuntungan lebih dari Rp 17 miliar dari 55 juta SMS per hari. "Coba kita hitung, satu SMS Rp 350 dikali 55 juta SMS perhari. Pendapatan dari SMS saja bisa mencapai lebih dari Rp 17 miliar," ungkap Arwin.Divisi seluler, seperti dijelaskan Arwin, merupakan salah satu dari kontribusi pendapatan utama Telkom dengan persentase 33 persen. Sedangkan kontribusi pendapatan dari sambungan telepon tetap hanya sebesar 28 persen, diikuti interkoneksi (18 persen) serta penggunaan jalur data dan internet seperti Speedy dan Telkomnet Instant (16 persen)."Dengan banyaknya orang punya ponsel, interkoneksi semakin banyak," ujar Arwin. Hal itu menurutnya turut mempengaruhi jumlah pendapatan Telkom di sektor lain.Besar Pemasukkan, Besar Pula PengeluaranMeskipun Telkomsel mendominasi kontribusi pendapatan Telkom, dari sisi pengeluaran Telkomsel juga membutuhkan anggaran yang lebih besar. Total anggaran capital expense Telkom Group tahun 2005 mencapai Rp 12,97 triliun. Dari jumlah itu, Rp 7,15 triliun masuk ke dalam anggaran seluler Telkomsel. Anggaran itu, ujar Kiskenda Suriahardja Dirut PT Telkomsel, akan dialokasikan untuk penguatan infrastruktur jaringan dengan target penambahan 1.536 Base Transceiver Station (BTS) baru.Menurut Arwin, yang dibenarkan oleh Kiskenda, anggaran yang lebih tinggi itu dikarenakan adanya target untuk memperluas jangkauan Telkomsel ke daerah Ibu Kota Kabupaten (IKK) dan Ibu Kota Kecamatan (IKC). "Berhubung Kiskenda menargetkan memperluas IKK hingga 100 persen pada September ini dengan penambahan BTS, anggaran yang dialokasikan untuk selular lebih besar," jelas Arwin.Target itu diperhitungkan untuk penambahan 5 juta kapasitas jaringan untuk pelanggan baru. Menurut data yang diperoleh, total pelanggan Telkomsel hingga akhir Juni 2005 adalah 22,9 juta.
(ien/)