Rabu, 05 Sep 2018 19:14 WIB

Ekspansi Go-Jek ke Filipina Disambut Pro Kontra, Kenapa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Driver Go-Jek. Foto: Lamhot Aritonang Driver Go-Jek. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Langkah Go-Jek untuk melebarkan sayapnya di negara tetangga semakin gencar. Kali ini negara yang menjadi tujuan ekspansi adalah Filipina walaupun sepertinya menimbulkan pro dan kontra.

Go-Jek dikabarkan telah membuka perusahaan afiliasi lokal Velox Technology Philippines di Filipina. Selain itu, startup unicorn ini juga sudah mengajukan permohonan izin sementara untuk beroperasi di negara tersebut.

Namun, anggota Dewan Regulasi Transportasi Darat Filipina (LTFRB) Aileen Lizada mengatakan bahwa ketika melakukan inspeksi ke kantor perusahaan afiliasi tersebut, ia tidak menemukan satupun pegawai.



"Mereka memiliki pegawai virtual. Tidak ada pegawai Go-Jek di sana," kata Lizada, seperti dikutip detikINET dari KrASIA, Rabu (5/9/2018).

Lizada juga sebelumnya telah menyatakan kekhawatirannya terhadap rencana Go-Jek untuk meluncurkan layanan ride-hailing di Filipina. Ia menekankan bahwa Go-Jek merupakan perusahaan yang besar dan LTFRB harus melindungi perusahaan ride-hailing lokal.

Saat ini, perusahaan ride-hailing lokal yang beroperasi di Filipina adalah GoLag, HirNa, Hype, MiCab, OWTO, dan U-Hop. Saingan utama Go-Jek, Grab juga beroperasi di Filipina dan saat ini menguasai 93% pasar ride-hailing di negara tersebut.

Sebelumnya politisi Filipina, Lois Campos mengatakan ia ingin Go-Jek hadir di negaranya untuk menantang dominasi Grab.



"Untuk melawan dan membangun kembali kompetisi, kita mungkin akan mendorong pemain besar lain seperti Go-Jek untuk datang," ujar Campos.

Filipina sendiri merupakan negara ketiga yang menjadi target ekspansi Go-Jek. Sebelumnya Go-Jek telah beroperasi di Vietnam dengan nama Go-Viet, dan akan segera meluncur di Thailand dengan nama Get. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed