Incar Eropa dan AS
Garuda Akan Adopsi TI Lufthansa
- detikInet
Jakarta -
Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia mengaku akan mengadopsi sistim teknologi informasi (TI) yang digunakan maskapai penerbangan Lufthansa Airlines pada 2006. Hal itu dilakukan demi melancarkan usahanya menembus jalur Eropa pada 2007 dan Amerika Serikat (AS) pada 2009.Pernyataan itu diungkap Executive Vice President Sales and Marketing PT Garuda Indonesia Agus Priyanto kepada detikinet, Jumat (6/8/2005) seusai peluncuran layanan akses pelanggan dan online payment melalui kartu kredit di Hotel Nikko Jakarta. Bahkan seperti diakuinya, proses kerjasama antar kedua maskapai penerbangan tersebut sudah berjalan selama dua bulan. Pertemuan pada acara Paris Airshow beberapa waktu yang lalu antara direksi Garuda dengan pihak Lufthansa, yang menjadi pemicu kerjasama itu."Garuda mau kerjasama dengan Lufthansa karena mereka merupakan airline yang paling canggih," ujar Agus kepada detikinet. "Proses itu sedang digodok tim TI Garuda bersama Lufthansa dan roll out 2006," tambahnya.Proses kerjasama yang dimaksud Agus antara lain e-Ticketing alias sistim pembelian tiket secara elektronik, RFID alias sistim biometrik yang menggunakan frekuensi radio untuk identifikasi. Sistim RFID sendiri masih dikhususkan untuk kargo barang agar memudahkan proses pendeteksian. Kemudian Wireless Fidelity (Wi-Fi) untuk koneksi internet nirkabel bagi pengguna jasa penerbangan.Ketika ditanya mengenai investasi yang harus dikeluarkan Garuda, Agus hanya menggelengkan kepala. Malah menurutnya, Lufthansa yang mengeluarkan modal untuk investasi. "Kita hanya perlu bayar sewa per transaksi nantinya," ujarnya. "Kalau nantinya harga jual kita baik, pengembangan bisa follow-up sampai dengan 2010," jelasnya.Selain mengejar jalur Eropa dan AS, Garuda sebelumnya akan menggapai Cina, India dan Manila pada 2006. Dengan kerjasama tersebut menurut Agus, diharapkan bisa meningkatkan rating Garuda yang saat ini berstatus maskapai bintang tiga.
(wicak/)