Rabu, 08 Agu 2018 12:35 WIB

Bisnis Voucher Game Laris di Kalangan Milenial

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Bisnis Voucher Game Laris di Kalangan Milenial Foto: Bisnis Voucher Game Laris di Kalangan Milenial
Jakarta - Layanan pembelian voucher game digital ternyata laris diminati oleh kalangan milenial rentang usia 18-35 tahun.

Segmen ini pun jadi santapan legit oleh Bosqu, salah satu startup digital milik internal Telkom, yang memang serius membidik segmen pasar warung games (wargames).

Dari data yang dimiliki Bosqu, layanan pembayaran mereka yang dirintis sejak awal 2017, telah diminati oleh segmen usia 18-35 tahun yang mayoritas gamer dan pebisnis warnet.

"Umur tersebut menunjukkan tren positif dalam menggunakan layanan kami, terutama di wargames. Total transaksi kami pun sudah mendekati 100 ribu kali melalui total merchant 4.749 lokasi seluruh Indonesia," kata Bella Dwi Jayanti, Chief Marketing Officer Bosqu, di Bandung, Rabu (8/8/2018).



Bosqu yang semula bernama UWarnet, sedari awal memang membidik para pengguna dan pemilik warung internet (warnet) karena perputaran uang lumayan tinggi terutama para gamers dengan kebutuhan voucher digitalnya.

Beberapa voucher game yang dijual keluaran Steam, Garena, Gemschool, Megaxus, dan lainnya. Melalui aplikasi ponsel cerdas, Bosqu menawarkan solusi penjualan voucher game, voucher pulsa, PLN, dan produk digital lainnya.

Foto: CEO BOSQU Rachmat Slamet


Selain Bella, Bosqu juga ditunjang oleh para punggawa seperti Rachmat Slamet yang berperan sebagai Chief Executive Officer dan Rizal Prihandoko yang bertugas sebagai Chief Technology Officer.

Bella melanjutkan, pihaknya juga optimistis dikarenakan perkembangan progresif lain terlihat dari sebaran merchant dan transaksi yang tak sebatas kota utama seperti Jakarta dan Bandung. Namun juga sudah sampai kota besar di luar Pulau Jawa, seperti Medan dan Makassar.

Dengan demikian, kata dia, pihaknya sudah memiliki diferensiasi produk yang cukup dikenal pasar sekalipun pemain dalam aplikasi pembayaran ini relatif banyak dan bersaing sengit.

"Kami sudah memiliki perputaran uang mendekati Rp19 miliar selama setahun lebih ini beroperasi karena pasar yang kami bidik jelas dan besar. Selain dibutuhkan gamer, ini juga peluang usaha tambahan bagi usaha kecil menengah seperti wargames maupun operator-nya," sambungnya.



Bosqu juga memperoleh data gamer di Indonesia mencapai 43,7 juta dan terus bertumbuh dengan cepat namun 59% kebutuhan voucher-nya masih dipenuhi voucher fisik di game center.

Melalui perubahan gaya hidup masyarakat, aplikasi payment point online bank (PPOB) tersebut jelas adaptif dan sesuai dengan perubahan masyarakat Indonesia dalam membayar sesuatu.

Secara bisnis, sambung Bella, keuntungan bermitra dengan Bosqu adalah selain harganya kompetitif, juga setiap transaksi dapat poin yang bisa ditukar dengan saldo serta adanya sejumlah promo-promo menarik.

Mitra juga bisa memonitor cabang usaha sendiri, bertransaksi tunai, serta relatif mudah dalam mendaftar menjadi Bos--sebutan mitra usaha Bosqu--yakni daftar, verifikasi, download, tambah saldo, dan mulai berjualan. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed