Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hadir di Indonesia
Transition Systems Targetkan Rp 39 M
Hadir di Indonesia

Transition Systems Targetkan Rp 39 M


- detikInet

Jakarta - Meski baru membuka kantor di Indonesia, distributor teknologi informasi dan solusi Transition System Indonesia (TSID), sudah berani menargetkan pendapatan US$ 3 juta (Rp 39 miliar lebih) tahun 2005. Dengan mengandalkan lebih dari 50 partner strategis, TSID optimis target tersebut bisa tercapai.Hal itu diungkap Agung Grahaputra, Country Manager TSID yang baru. Ia ditunjuk langsung oleh Jonathan Lee, Group Managing Director Transition Systems Asia, di Hotel Gran Mahakam Jakarta, Selasa (26/7/2005).Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan empat produk berbasis teknologi informasi seperti data komunikasi, keamanan, storage, dan network. Produk yang dimaksud bernama Packeteer, Netscout, BlueCoat dan FalconStar. Produk tersebut akan ditawarkan ke sektor industri dan perusahaan berskala besar seperti perbankan, telekomunikasi dan penyelenggara jasa internet (ISP).Menurut Agung, TSID saat ini hanya menargetkan perusahaan berskala besar. Menurutnya, hal itu dikarenakan baru perusahaan besar yang bisa mengadopsi penggunaan produk mereka. "Contohnya, tidak semua bank sudah menggunakan fasilitas internet banking," ujar Agung kepada wartawan.Untuk meraih target pendapatan, pihaknya juga akan mengedukasi pelanggan dan calon pelanggan setiap tiga bulan sekali dengan mengadakan seminar, product update dan advertising bersama-sama dengan reseller produk mereka yang sudah berjumlah lebih dari 50. Rekanan mereka antara lain Packet System, Metrodata dan Data Craft.Produk yang didistribusi TSID, lanjut Agung, akan berkembang menurut kebutuhan pasar. Hal itu berhubung respon pasar yang menggembirakan.Sebagai contoh, Agung mengatakan produk Packeteer sudah menghasilkan US$ 200-300 ribu dalam beberapa bulan. TSID sendiri sebenarnya sudah mendistribusikan produknya sejak 9 Mei 2005.Pendekatan KhususUntuk memasarkan produk yang didistribusikan TSID, menurut Agung, pihaknya akan melakukan pendekatan khusus pada pelanggan dan calon pelanggannya. Menurutnya, pihaknya mempunyai tim untuk melakukan demo produk bersama reseller."Kebanyakan sistim kita proof of concept, jadi klien kita bisa langsung melihat kelebihan kita," papar Agung yang mengklaim produknya tidak dimiliki oleh distributor lain dan menjadi nilai tambah tersendiri. "Misalnya, kita punya software yang bisa memonitor pembicaraan pada waktu chatting untuk perusahaan," lanjutnya.Berhubung produk yang ditawarkan TSID masih awam di telinga pebisnis di Indonesia, Agung menganggap hal itu menjadi tantangan yang menyenangkan. "Kita garap pasar yang lain daripada yang lain, kalau seperti Cisco sudah banyak yang garap dan sudah banyak yang kenal. Hal itu jadi tantangan buat kita," kata Agung optimis.Pendapatan US$ 200-300 ribu dari Packeteer juga membuat pihak TSID optimis bisa meraih target. Untuk sementara, TSID hanya akan mendistribusikan 70 persen produknya di Jakarta. Menurut Agung, dukungan reseller partner sudah ada yang mencakup luar Jakarta. (wicak/)




Hide Ads