Kamis, 05 Jul 2018 09:20 WIB

Hadang Go-Jek, Grab Filipina Luncurkan GrabAssistant

Annisa Shafira - detikInet
Logo Grab. Foto: Reuters Logo Grab. Foto: Reuters
Jakarta - Ekspansi Go-Jek ke sejumlah negara Asia Tenggara diantisipasi Grab Filipina dengan merilis layanan baru bernama GrabAssistant.

Layanan ini dirilis Grab untuk mengakomodasi kehidupan masyarakat Filipina yang sibuk. Fungsi GrabAssistant sama seperti Go-Mart, yakni membantu konsumen membeli berbagai barang, mulai dari belanja ke supermarket, sampai membelikan obat di apotek.

Dikutip detikINET dari Vulcan Post, Kamis (5/7/2018), biaya untuk menggunakan layanan GrabAssistant adalah 99 peso atau sekitar Rp 26.000. Ongkos ini bisa lebih mahal jika jarak yang ditempuh cukup jauh.



Harga yang ditampilkan dalam aplikasi hanya akan menunjukkan ongkos pengantaran, belum termasuk harga barang yang dibeli, biaya parkir, dan lain-lain.

Barang yang dibeli juga harus berasal dari satu tempat yang sama. Artinya, pengguna tidak dapat meminta pengemudi Grab membeli barang di toko yang berbeda-beda.

GrabAssistant bisa digunakan pada jam operasional mulai pukul 9 pagi hingga 10 malam. Pengguna juga hanya dapat menggunakan uang tunai karena GrabPay belum berlaku pada fitur ini.

Di Filipina, GrabPay baru bisa dipakai di Manila. Grab juga mengungkapkan bahwa layanan ini akan lebih dapat diandalkan pusat-pusat bisnis di sekitar Manila.

GrabAssistant vs Go-Mart

Meski masih dalam versi beta, diluncurkannya fitur ini memperlihatkan jelas bahwa Grab merespons cepat persaingannya dengan Go-Jek dengan mengembangkan lebih banyak layanan seperti Go-Jek. Antisipasi ini dilakukan mengingat Go-Jek akan memasuki pasar Filipina September mendatang.

Go-Jek telah memiliki layanan serupa bernama Go-Mart yang sudah diluncurkan di Indonesia semenjak 2015. Berbeda dengan GrabAssistant, Go-Jek memberi jaminan bisa mengantarkan belanjaan pengguna dalam waktu satu jam.

Adapun tarif yang ditetapkan adalah Rp 4.000 jika menggunakan pembayaran via Go-Pay. Tarif tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif yang ditawarkan GrabAssistant.

Meski demikian, dengan 'mencuri start' sebelum Go-Jek datang ke pasar Filipina, Grab punya keuntungan. Setidaknya, konsumen Filipina sudah lebih dulu tahu mengenai layanannya ini.


Grab berambisi menjadi aplikasi yang digunakan sehari-hari bagi para konsumen, tak hanya menyediakan jasa angkutan transportasi.

Ketertinggalan ini npula yang ingin dikejar Grab dari Go-Jek. Seperti diketahui, Go-Jek telah menjadi pemain yang mapan dalam menyediakan berbagai layanan, mulai dari angkutan transportasi, pengantaran makanan, hingga layanan penunjang lain Go-Clean, hingga Go-Massage. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed