Selasa, 12 Jun 2018 03:31 WIB

ZTE Minta Maaf Setelah Bayar Denda ke AS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi ZTE. Foto: Reuters Ilustrasi ZTE. Foto: Reuters
Jakarta - ZTE akhirnya bisa kembali beroperasi di Amerika Serikat setelah mereka membayar denda sebesar USD 1 miliar. Namun perusahaan asal China itu kemudian malah minta maaf.

Permintaan maaf tersebut ditujukan ZTE ke para staf dan konsumennya tak lama setelah mereka membayar denda ke AS. Denda tersebut dibayarkan agar mereka bisa kembali beroperasi di Negeri Paman Sam setelah dihukum karena ketahuan melanggar aturan embargo untuk Iran.

Dalam memo yang dikirimkan Chairman ZTE Yin Yimin ke para stafnya, ia meminta maaf kepada para karyawan, klien, shareholder dan rekan bisnis ZTE. Ia berjanji ZTE akan belajar dari kesalahannya dan memastikan orang yang menyebabkan masalah ini akan bertanggung jawab.



"Masalah ini merefleksikan isu yang ada di dalam budaya menuruti aturan di level manajemen," tulis Yin.

Menurut sumber di ZTE, insiden ini disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan oleh sejumlah pemimpin dan pegawai ZTE, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (12/6/2018).

"Membayar denda bukan sebuah masalah, karena masalah utamanya berada di masa depan yaitu menjalankan bisnis masa depan, terutama di luar negeri. Kepercayaan pasar sudah hilang," ujar sumber di ZTE tersebut.



Meski bisa kembali beroperasi, ZTE diperkirakan membutuhkan berbulan-bulan sampai bisa mengapalkan ponsel kembali. Di sisi lain, para karyawannya pun dibayangi ketakutan adanya PHK, pengurangan gaji, dan hilangnya sejumlah konsumen potensial karena ZTE perlu melakukan reshuffle di tingkat manajemen senior.



Tonton juga 'Google Bayar Denda karena Chrome Langgar Paten':

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)
zte

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed