Setelah Sempat Terpuruk
IBM Kembali Bangkit Di Kuartal Ke-2
- detikInet
Jakarta -
IBM yang pada kuartal pertama tahun fiskalnya sempat mengalami kekecewaan, kini pada kwartal keduanya kembali bangkit dengan laporan keuangan yang disinyalir di luar dugaan ramalan analis keuangan.Perusahaan tersebut mengatakan, pendapatannya bertambah dengan kenaikan harga saham sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga sahamnya menjadi US$1,12 (Rp 11 ribu) per lembarnya. Hal tersebut dilaporkan seiring dengan berakhirnya kuartal pertama 30 Juni kemarin. Padahal sebelumnya menurut hasil analisa para analis First Call memprediksikan, pendapatan IBM hanya akan berkutat di angka US$1,03 (Rp 10 ribu) per lembar saham. Di luar barang-barang yang pembeliannya tidak berulang, pemasukan IBM dari sektor pengoperasian naik 4 persen menjadi US$1,82 miliar (Rp 18 trilyun). Dan pendapatan naik 6 persen dibanding kuartal kedua tahun 2004 (atau 4 persen jika disesuaikan dengan kurs mata uang terkini)."Kami melihat masyarakat amat antusias akan layanan bisnis yang kami tawarkan," papar Chief Financial Officer Mark Loughridge dalam sebuah konferensi Senin (18/7/2005), seperti dilansir CNET News yang dikutip detikinet Selasa (19/7/2005).IBM juga rupanya mengagetkan bursa saham Wall Street pada kwartal pertama tahun ini dengan pendapatan yang lumayan mengecewakan. Di mana IBM sendiri menyalahkan masalah internal seputar eksekusi penjualan dan lesunya daya beli pasar Eropa.Hal ini berbuntut pada pengaturan ulang operasi IBM sektor Eropa dan penghilangan lebih dari 10 ribu pekerja di perusahaan tersebut. Yang kebanyakan dilakukan di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sementara itu, pada saat yang sama, IBM memindahkan beberapa pengoperasiannya dari divisi layanan global ke daerah yang ongkos operasinya rendah. Seperti halnya di Asia dan Eropa Timur.Loughridge menambahkan, hasil gemilang yang diperoleh IBM pada kwartal kedua tahun ini dibantu dengan adanya implementasi yang cepat dalam hal restrukturisasi manajemen bisnis IBM di Eropa dan pengurangan pekerja.Sedianya, IBM akan mengurangi 14,500 pekerja secara keseluruhan. Yang mana 70 persen dari angka tersebut akan berasal dari Eropa. Selain itu, sekitar 8 ribu orang telah lebih dulu meninggalkan IBM.Disamping sepak terjang IBM selama periode satu kuartal itu, Loughridge melihat bahwa IBM masih harus menghadapai tantangan-tantangan. Yakni diantaranya membangun sejumlah layanan yang kontraknya sempat tertunda beberapa waktu lalu.
(ien/)