Minggu, 03 Jun 2018 11:35 WIB

Uber Bakal Berhenti Mengaspal di Turki

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa bisnis Uber di Turki sudah berakhir setelah Departemen Dalam Negeri Turki memerintahkan Uber untuk menghentikan operasinya.

Lebih lanjut, Erdogan mengatakan bahwa pasar taksi Turki tidak membutuhkan Uber dan pihak berwajib akan melakukan apapun untuk menghentikan Uber. "Tidak ada lagi hal seperti itu. Kita sudah memiliki sistem taksi kita sendiri," kata Erdogan seperti dikutip detikINET dari Gizmodo, Minggu (3/6/2018).


"Kita akan menentukan ini sendiri. Departemen Dalam Negeri kita sudah memberi perintah. Polisi lalu lintas akan mengatasi situasi ini dan melakukan apapun yang dibutuhkan," tambahnya.

Pernyataan Erdogan ini merupakan kelanjutan dari protes besar-besaran oleh supir taksi konvensional di Istanbul yang menganggap bahwa bisnis Uber melanggar hukum di Turki. Selain itu, Erdogan yang menghadapi pemilihan umum juga didukung oleh industri taksi terbesar di Turki.

Erdogan sendiri merasa bahwa intervensi ini memiliki basis hukum yang jelas, yaitu Uber tidak memiliki lisensi untuk beroperasi sebagai taksi.

Untuk beroperasi di Turki, Uber menggunakan lisensi D-2 yang membutuhkan biaya 3.550 lira (USD 760) per tahun dan tidak valid untuk mengoperasikan taksi. Sedangkan lisensi taksi konvensional membutuhkan biaya 1,6 juta lira (USD 360.000) per tahun.

Turki juga baru-baru ini memberlakukan sanksi bagi kendaraan dengan lisensi D-2 yang digunakan sebagai taksi secara ilegal. Hingga Mei 2018, denda yang dikenakan kepada pengemudi Uber di Istanbul sudah mencapai 18,92 juta lira (USD 4,1 juta).

Terlepas dari apakah ancaman Erdogan ini benar atau hanya sekedar koar-koar menjelang pemilihan umum, ini akan memperpanjang daftar masalah Uber. Dalam beberapa tahun terakhir, Uber harus menjual bisnisnya di Cina dan Asia Tenggara dan harus menghadapi regulator di Bulgaria, Denmark, dan Italia.

Tonton video Bisnis Uber di Turki Berakhir:

[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • YouTube Pulih, Netizen Gembira

    YouTube Pulih, Netizen Gembira

    Rabu, 17 Okt 2018 10:25 WIB
    Setelah sempat tumbang sekitar 45 menit, YouTube saat ini sudah pulih dan bisa diakses. Tumbangnya YouTube terjadi di versi website dan aplikasi mobile.
  • Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Rabu, 17 Okt 2018 09:39 WIB
    Layanan YouTube down pada Rabu (17/10/2018) pagi WIB ini. Berikut penjelasan pihak YouTube mengenai masalah tersebut.
  • iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    Rabu, 17 Okt 2018 09:20 WIB
    Pada Jumat (19/10/2018), iPhone XR mulai dibuka pemesanan awalnya. Meski keran pre-order belum sampai di Indonesia, ponsel ini sudah mengantongi restu Kominfo.
  • YouTube Down di Sejumlah Negara

    YouTube Down di Sejumlah Negara

    Rabu, 17 Okt 2018 09:10 WIB
    Situs berbagi video terbesar di dunia, YouTube, dipastikan tumbang alias tidak dapat diakses. Kejadian ini menimpa pengguna di berbagai negara.
  • YouTube Dilaporkan Tumbang

    YouTube Dilaporkan Tumbang

    Rabu, 17 Okt 2018 09:00 WIB
    Pengguna akan melihat pesan error saat mencoba melakukan beragam fungsi di YouTube. Termasuk login, upload atau memutar konten.
  • Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Rabu, 17 Okt 2018 08:42 WIB
    Twitter cukup kewalahan dalam mengatasi konten yang berisikan tentang ujaran kebencian. Menghadapi isu tersebut, mereka tengah merancang jurus jitunya.
  • WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    Rabu, 17 Okt 2018 07:59 WIB
    WhatsApp memperbarui fitur 'Delete for Everyone'. Update yang diberikan terkait batasan waktu pengguna bisa menghapus pesan yang terlanjur terkirim.