Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Takut Kehilangan Penonton
News Corp. Bentuk Divisi Internet
Takut Kehilangan Penonton

News Corp. Bentuk Divisi Internet


- detikInet

Jakarta - Konglomerat media, News Corp. Jumat (15/7/2005) telah membentuk divisi internet baru. Hal ini dilakukan untuk menciptakan saluran online bagi siaran berita Fox News-nya. Khususnya program berita olahraga dan hiburan. Alasannya?Debut Fox Interactive Media ini hadir tiga bulan setelah himbauan Rupert Murdoch--sang Chief Executive--diajukan kepada industri media cetak. Permohonan yang dimaksud adalah agar dunia surat kabar mencoba untuk menjelajah teknologi distribusi baru atau siap-siap berisiko kehilangan news franchise alias beritanya akan kehilangan pembeli.Fox Interactive Media dalam hal ini, sedianya akan mengurusi situs News Corp. terutama konten olahraga, berita umum dan hiburan. Bahkan, pihaknya akan juga merencanakan untuk membuat penanaman modal strategis guna menunjang properti yang sudah ada.Seperti dilansir Reuters yang dikutip detikinet Senin (18/7/2005),Senior Vice President Fox Sports Interactive Media, Ross Levinson, disebut-sebut sebagai orang yang akan menjadi Presiden divisi baru tersebut. Di mana divisi baru ini akan berkedudukan di Los Angeles, Amerika Serikat.Sementara itu, Bert Solivan, Vice President News Information Foxnews.com disebut-sebut sebagai orang yang akan menduduki jabatan executive vice president Fox Interactive Media. News Corp., seperti media-media lain kebanyakan, telah berjuang mati-matian untuk mencari cara baru demi meraih konsumen generasi kini yang akan melahap konten informasi dan hiburan.Generasi terkini dan yang akan datang disinyalir akan cenderung menyalakan komputer mereka untuk mendapatkan berita ketimbang duduk di depan televisi.Pengamat media pun telah mencatat, banyak pemirsa berita lebih memilih media online ketimbang televisi. Misalnya pada saat acara konser musik Live 8 awal Juli kemarin, yang diadakan khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kemiskinan yang melanda Afrika.Pada saat itu, para konsumen berita lebih senang mengikuti acaranya dari Time Warner American Online ketimbang tv kabel MTV dan jaringan televisi ABC. (ien/)







Hide Ads