'Integrasi dan Transparansi, Kunci Keamanan TI Perusahaan'
- detikInet
Jakarta -
Integrasi dan transparansi disebut sebagai kunci dalam menghadapi tantangan bisnis -- menangani keamanan dalam era yang sarat oleh ancaman, tingkat kesulitan TI yang tinggi, dan persyaratan peraturan yang semakin ketat. Pernyataan tersebut disampaikan Chief Operating Officer, Computer Associates (CA) International, Jeff Clarke. Seperti disebut dalam keterangan tertulis CA yang dikutip detikinet, Sabtu (16/7/2005), Clarke mengungkapkan, memberdayakan infrastruktur teknologi informasi yang aman, merupakan prioritas utama dan tantangan terbesar bagi setiap perusahaan masa kini. Clarke juga membahas mengenai privasi dan peraturan yang mengekang perusahaan, serta mengatakan bahwa sebuah pendekatan yang inovatif pada suatu sistim manajemen dan keamanan yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan perlindungan yang efektif.Scammer, hacker, phisher dan sejenisnya merupakan ancaman serius bagi keutuhan suatu perusahaan dan secara tidak langsung berdampak pada jalannya bisnis, pemerintahan, serta kondisi fisik dan finansial seseorang.Mengenai situasi keamanan perusahaan yang semakin sulit ditangani oleh pengguna biasa, Clarke menambahkan, kebanyakan perusahaan telah berinvestasi pada teknologi canggih yang sulit untuk diterapkan dan seringkali gagal dalam memberikan apa yang telah dijanjikan. "Banyak perusahaan menganggap bahwa solusi keamanan yang ada terlalu membebani dan tidak efektif," katanya.Untuk memastikan sistim keamanan jangka panjang yang seiring dengan pertumbuhan dan pengaturan biaya manajemen, Clarke berpendapat, integrasi adalah kunci dalam memangkas industri TI yang kompleks, sehingga menjadi lebih sederhana, efisien, hemat biaya dan sangat aman.Jeff mengatakan, Kami yakin bahwa inovasi baru yang dicari oleh semua orang adalah, integrasi dalam arti sesungguhnya yaitu integrasi yang berkesinambungan, mudah dimengerti dan transparan."Kita tidak bisa mengintegrasikan teknologi berdasarkan kerangka teknologi atau proses TI semata, melainkan harus menggabungkan teknologi berdasarkan pengertian proses bisnis yang didukungnya," papar Clarke. "Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat kesulitan dan memungkinkan proses otomatisasi di seluruh proses bisnis yang didukung oleh komponen keamanan tersebut," imbuhnya.Dengan membangun suatu perusahaan yang transparan, kalangan bisnis akan dapat lebih mudah menyelaraskan suatu tindakan dengan strategi. "Mereka tidak perlu lagi menjelaskan mengenai strategi jika sudah ada hasil nyata," kata Jeff.
(ketepi/)