BERITA TERBARU
Kamis, 24 Mei 2018 20:29 WIB

Go-Jek Ekspansi ke 4 Negara, Grab Optimis Lebih Unggul

Adi Fida Rahman - detikInet
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta - Go-Jek telah memastikan diri akan melakukan ekspansi ke luar negeri. Lantas apa reaksi Grab melihat hal tersebut?

Sayangnya Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata enggan mengomentari strategi bisnis kompetitornya itu. Pun begitu dirinya optimis Grab menjadi pilihan utama masyarakat. Mereka sudah berkiprah di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar dan Kamboja.

"Kami tidak bisa berkomentar atas pihak lain. Namun yang jelas keberadaan kami di delapan negara di Asia Tenggara sangat masif dan sudah menjadi pilihan masyarakat di negara tersebut. Kami optimis tetap menjadi pilihan masyarakat," ujar Ridzki di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Pihak Grab mengaku telah membangun tidak hanya pengalaman, tapi juga pengetahuan dan keahlian. Selama ini Grab mengklaim telah memberikan layanan yang optimal ke masyarakat, karenanya mereka merasa sangat mengetahui kebutuhan masyarakat di delapan negara di mana layanannya tersedia.



"Yang jelas kami itu sudah melakukan ekspansi terlebih dahulu. Kami bisa berikan apa yang dibutuhkan masyarakat. Dan bagi masyarakat itu kami adalah kebutuhan sehari-hari," kata Ridzki.

Ridzki menambahkan pihaknya juga akan terus gencar melakukan ekspansi. Hingga saat ini Grab telah tersedia di 207 kota di delapan negara di Asia Tenggara.

Selain ekspansi, Grab akan makin fokus dalam pengembangan micropreneur. Mereka menargetkan pada 2020 dapat menjadi platform bagi 100 juta micropreneur di regional Asia Tenggara.

"Kita ingin membuat platform Grab semakin digunakan oleh masyarakat dan semakin relevan," pungkas Ridzki.

Diberitakan sebelumnya Go-Jek memastikan akan ekspansi ke empat negara Asia Tenggara dalam waktu dekat, yaitu ke Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina.

Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyatakan kehadiran Go-Jek akan membuat warga di negara-negara itu memiliki lebih banyak pilihan.



"Konsumen paling puas dan senang saat mereka punya lebih banyak pilihan. Saat ini, masyarakat di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup pilihan atas layanan transportasi ride-hailing," kata Nadiem dalam keterangannya, Kamis (24/5/2018).

"Kami berharap dengan hadirnya Go-Jek di negara-negara tersebut, kami bisa menjadi aplikasi gaya hidup utama, pilihan masyarakat. Itu aspirasi kami. Di saat yang sama, kami harap kehadiran kami dapat menciptakan persaingan usaha sehat yang dibutuhkan supaya pasar di masing-masing negara terus bertumbuh," tambah dia.

Go-Jek menyatakan akan menjajaki kerjasama dengan mitra lokal yang memiliki ketertarikan dan keahlian yang mendalam di tiap negara. Lebih lanjut, Go-Jek menyatakan sudah lama berencana menyambangi pasar internasional.

"Kami telah mempertimbangkan rencana ekspansi internasional ini sejak lama. Kami ingin memastikan kami dapat menjalankan rencana tersebut di saat yang tepat dan dalam posisi kami yang kuat," kata presiden Go-Jek Andre Soelistyo.

Investasi terbaru Go-Jek, yang bernilai USD 1,5 miliar makin memantapkan mereka menyambangi negara lain sekaligus bersaing dengan Grab.

"Pada seri penggalangan investasi kami yang terakhir, banyak investor strategis besar global dan nasional yang bergabung. Inilah yang membuat kami percaya diri dan yakin, bahwa kami punya dukungan yang diperlukan untuk menjadi salah satu kisah pertumbuhan yang menginspirasi, dari menjadi fenomena Indonesia ke fenomena regional," pungkas Andre.

[Gambas:Video 20detik]

(afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed