Sabtu, 12 Mei 2018 16:32 WIB

Hadir di Indonesia, uCast Bantu Monetisasi Pembuat Konten Lokal

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: ucast Foto: ucast
Jakarta - Jejaring konten video global uCast resmi hadir di Indonesia. Bermitra dengan PT Mitra Media Integrasi (MIX Network), keduanya janji akan bantu pembuat konten di Tanah Air memonetisasi karyanya.

uCast menawarkan platform yang memudahkan pembuat konten menyelenggarakan layanan video dengan mudah dan efisien dari sisi biaya. Komponen yang tersedia di platform uCast meliputi infrastruktur, peranti monetisasi video, sarana pertukaran konten dengan cakupan global dan kemampuan menghantarkan konten ke peranti bergerak.

"Tujuan kami adalah memungkinkan para pemilik konten di Indonesia untuk mengakses pasar global dalam rangka akuisisi dan distribusi konten. Melalui platform kami, mereka dapat memonetisasi konten video melalui iklan dan layanan berlangganan," kata Rex Wong, CEO uCast dalam keterangan resminya.

Melalui uCast Platform, para penyedia konten di Indonesia dinajikan punya akses untuk mendistribusikan konten mereka ke lebih dari 1 miliar pemirsa global, baik online maupun pengguna peranti bergerak (mobile). Di dalam uCast sendiri terdapat lebih dari 100 kanal berbagai kategori, mulai dari bisnis, musik, olahraga dan hiburan.

Hadir di Indonesia, uCast Bantu Monetisasi Pembuat Konten LokalFoto: ucast


Keunggulan lainnya yang uCast coba tawarkan adalah sistem monetisasi konten yang diklaim cukup lengkap. Ada dukungan layanan Advertising Video on Demand (AVOD), Subscription Video on Demand (SVOD), TV on Demand (TVOD) dan siaran Live Online, dalam banyak layar sekaligus. Tidak ketinggalan platform uCast dibangun di atas teknologi Microsoft Azure.

"Azure memiliki tingkat keamanan yang tinggi, memungkinkan skalabilitas secara global dan digerakkan oleh data," ujar .

Ditambahkan Bimo Setiawan, Co-Founder dan Chairman MIX Network dalam memperluas distribusi konten di seluruh Indonesia, uCast menyediakan teknologi TV bergerak (Mobile TV). Teknologi tersebut dapat menghantarkan konten video berdefinisi tinggi (HD) melalui jaringan seluler 2G.

"Teknologi ini mampu menjangkau kalangan pemirsa yang memiliki keterbatasan akses jaringan seluler pita lebar," paparnya. (afr/afr)