Selasa, 24 Apr 2018 11:57 WIB

Akuisisi Shazam, Uni Eropa Selidiki Apple

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi aplikasi Shazam. Foto: Digital Trends Ilustrasi aplikasi Shazam. Foto: Digital Trends
Jakarta - Dimilikinya Shazam oleh Apple dianggap Uni Eropa dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat di industri streaming musik.

European Commission mengumumkan bahwa pihaknya akan memulai investigasi terkait dengan akuisisi yang dilakukan Apple terhadap Shazam akhir tahun lalu. Institusi yang berada di bawah naungan Uni Eropa tersebut menganggap bahwa transaksi ini berpotensi memberikan produsen iPhone keuntungan yang tidak adil di pasar saat mendekati user.

Perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat ini mengumumkan telah membeli Shazam pada Desember lalu. Nilai transaksi disebut-sebut mencapai USD 400 juta. Akuisisi dilakukan untuk mendorong Apple Music dalam bersaing dengan Spotify di industri musik digital.


Terkait dengan akuisisi ini, European Commission sangat memerhatikan kegiatan Apple mengakses data pengguna Shazam yang menggunakan layanan streaming musik saingannya, salah satunya Spotify.

"Akses terhadap data semacam itu akan memungkinkan Apple langsung menarget konsumen kompetitornya dan memengaruhi mereka berpindah menggunakan Apple Music. Hasilnya, persaingan di dalam industri streaming musik menjadi tidak sehat," ujar petugas European Commission, sebagaimana detiINET kutip dari Reuters, Selasa (24/4/2018).



Selain itu, investigasi ini juga akan melacak apakah kompetitor Apple Music mengalami kerugian jika Apple menyisipi tautan di dalam aplikasi Shazam yang mengarahkan penggunanya menuju layanan musik milik perusahaan besutan Steve Jobs dan Steve Wozniak tersebut. European Commission menjadwalkan pada 4 September mendatang, mereka akan memberikan keputusan hasil investigasi tersebut.

Sebelumnya, Uni Eropa juga sudah melakukan peninjauan awal terhadap akuisisi tersebut pada Februari lalu. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari permintaan sejumlah negara seperti Prancis, Italia, Spanyol, dan Swedia yang meminta dilakukannya investigasi. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed