Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tahun 2009 Pelanggan Seluler Asia Lampaui 901 Juta

Tahun 2009 Pelanggan Seluler Asia Lampaui 901 Juta


- detikInet

Jakarta - Menurut IDC, pelanggan ponsel bisa mencapai lebih dari 901 juta pelanggan di tahun 2009 untuk kawasan Asia. Tentunya, pendapatan operator juga akan meningkat. International Data Corp (IDC) memperkirakan hal itu akan terjadi di kawasan Asia Pasifik, tanpa menghitung Jepang. Sedangkan tahun 2005 ini, pelanggan akan meningkat 18,6 persen menjadi 625,5 juta. Tahun 2004 tercatat ada 527,3 juta pelanggan di kawasan yang sama.Analis pasar itu juga memperkirakan pendapatan besar bagi para operator telekomunikasi. Jika tahun 2004 angkanya hanya US$ 69,8 miliar (Rp 669,7 triliun), tahun 2009 akan menjadi US$ 109,3 miliar (lebih dari seribu triliun rupiah).Studi tersebut dilakukan IDC terhadap 10 negara di Asia Pasifik. India tercatat sebagai pasar yang tumbuh paling pesat. Proyeksinya pada tahun 2009, akan ada 148,7 juta pelanggan seluler di India.Kontribusi besar juga akan diberikan oleh Cina, Filipina dan Thailand. "Pasar India melonjak 'dalam semalam' karena perubahan rezim lisensi baru," tutur Alayne Wong, manajer riset komunikasi nirkabel IDC untuk kawasan Asia Pasifik, seperti disebutkan AFP yang dikutip detikinet, Senin (06/06/2005).Di India, tutur Wong, banyak operator nirkabel yang hanya beroperasi secara lokal. Berkat peraturan baru tersebut, lanjutnya, operator lokal kini menjadi operator seluler penuh. Selain itu Wong melihat ada faktor maraknya layanan pra-bayar dan perluasan jaringan yang turut berperan.Tahun 2009, Cina diprediksi akan mengalami pertumbuhan menjadi 535,7 juta pelanggan. Sedangkan Filipina dan Thailand, berturut-turut akan mencapai 57,46 juta dan 39,9 juta pelanggan. Australia diperkirakan akan memiliki 20,78 pelanggan seluler di tahun 2009. Pada periode yang sama, Hong Kong akan tumbuh dari 7,22 juta (2004) ke 8,31 juta pelanggan. Sedangkan Malaysia dan Singapura, masing-masing diramal akan mencatatkan 22,49 juta dan 4,66 juta pelanggan. Korsel dan Taiwan, pada periode yang sama masing-masing akan mencapai 40,48 juta dan 22,81 juta. Data tersebut tidak mengikutkan Jepang karena pasar seluler di Jepang yang penuh 'keganjilan'. Namun anehnya, riset itu tidak menyertakan pasar Indonesia. Atau belum? (wicak/)






Hide Ads