Microsoft Incar Petani Muda Pulau Dewata
- detikInet
Jakarta -
Microsoft membangun dua Community Based Training and Learning Center (CTLC) di Bali. Sasarannya petani muda di kawasan berjulukan Pulau Dewata itu. Dua CTLC tersebut dibangun di Desa Beng, Kabupaten Gianyar dan Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng, Bali. Kamis (9/6/2005), Microsoft meresmikan CTLC di Desa Pancasari. CTLC ke-21 itu dibangun bersama Yayasan Petani Organik Bali dan akan dikelola oleh Kelompok Tani Muda Mandiri.Desa Pancasari berada di dekat dataran tinggi Bedugul. Lokasi tersebut membuat petani setempat banyak menanam sayur-sayuran khas dataran tinggi seperti kentang dan kubis. Produksi unggulan, meski bukan dominan, adalah buah strawberry. Desa dengan 1.044 kepala keluarga itu memang didominasi oleh petani. Sebanyak 85,57 persen penduduknya adalah petani, sisanya berprofesi sebagai karyawan, wiraswastawan atau nelayan. Oleh karena itu tempat ini dianggap sangat cocok oleh Microsoft untuk menghadirkan teknologi informasi ke kalangan petani.Dari NolCTLC di Desa Pancasari terdiri dari lima unit komputer desktop dan satu server. Microsoft menyumbangkan satu buah software Windows Server 2003, lima Windows XP, lima aplikasi Microsoft Office dan satu ensiklopedia digital Microsoft Encarta. Tentunya semua itu dengan dilengkapi lisensi. Menurut Marta Adi Darma, Education Program Manager Microsoft Indonesia, petani-petani di Pancasari akan diajarkan kemampuan komputer dari dasar. "Mulai dari menyalakan komputer, sampai browsing ke situs Internet," ujarnya seusai peresmian di lokasi. Harapan besar pun tumbuh dari petani setempat yang hadir dalam acara tersebut. "Lewat program ini diharapkan bisa memperoleh informasi tentang teknologi pertanian, obat-obatan (untuk tumbuhan -red) dan peluang pasar. Salah satu kendala dalam pertanian adalah memperoleh pasar," ujar Wayan Dharmawan, petani muda berusia 26 tahun. Wayan adalah contoh ideal sasaran Microsoft dalam program ini, yaitu petani muda. Marta berharap petani-petani muda seperti Wayan akan menyebarluaskan informasi yang mereka dapat ke masyarakat sekitar. Selain itu, CTLC tersebut juga akan membuat dokumen bernama Pustaka Tani. Nantinya, ujar pihak Microsoft, diharapkan kumpulan dokumen digital tersebut bisa disebarluaskan melalui Internet.Marta juga menaruh harapan program CTLC tersebut bisa membantu penetrasi komputer di Indonesia. "Saat ini populasi PC di Indonesia masih sangat kecil, yaitu kurang dari dua persen," tutur Marta.Selaras PemerintahTurut hadir dalam peresmian tersebut adalah Moedjiono, Staf Ahli Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bidang Hubungan Internasional dan Kesenjangan Digital. "Ini adalah salah satu upaya meningkatkan kapasitas ilmu bagi masyarakat," komentar Moedjiono.Program CTLC ini sejalan dengan program Community Access Point (CAP) dari Depkominfo. Selain itu, tutur Moedjiono, pemerintah juga mengupayakan program lain untuk menjembatani kesenjangan digital. "Upaya lain yang saat ini telah dijalankan oleh pemerintah adalah OSOL (One School One Computer Lab-red)," ia menambahkan.Program OSOL dan CAP adalah bagian dari upaya pemerintah memenuhi target World Summit on Information Society (WSIS). Target yang dimaksud adalah terhubungnya separuh penduduk Indonesia dengan Internet pada tahun 2015. Target itu adalah bagian dari rencana aksi yang ditelurkan dalam WSIS yang digelar di Swiss pada tahun 2003.
(donnybu/)