Disokong Pemerintah Cina
Kota Bogor Rencanakan Cyber Park
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah Kota Bogor berencana membangun Cyber Park. Dukungan mengalir dari Pemerintah Kota Shenzhen di Cina. Rencana pembangunan pusat pengembangan teknologi informasi, dikenal juga dengan nama Cyber Park, dikemukakan praktisi teknologi informasi Michael Sunggiardi kepada detikinet, Kamis (21/04/2005). "Pemerintah Shenzhen sudah mempunyai komitmen untuk membantu pemkot Bogor dalam membangun Bogor Cyber Park," tutur Michael. Michael menjelaskan, lokasi Cyber Park itu ada di wilayah desa Mulyaharja, Bogor. "Seluas sekitar satu hektar untuk dibangun satu wilayah pengembangan software dan TI (teknologi informasi -red.) pada umumnya," ia menambahkan.Pendiri internet service provider pertama di Bogor itu beranggapan, pembangunan Cyber Park bisa membantu terwujudnya Bogor sebagai Cyber City. Sebuah mimpi yang muncul enam tahun lalu dalam pertemuan Arisan Teknologi Informasi (ARTI) 9 Januari 1999. Michael menuturkan, konsep pembangunan Cyber Park ini disodorkan oleh PT Cyberindo Persada Nusantara. Hal itu terungkap dalam sebuah seminar yang diselenggarakan di Bogor, kemarin (20/04/2005).Kebutuhan Cyber ParkCahyana Ahmadjajadi, Deputi Jaringan Departemen Komunikasi dan Informatika, menuturkan beberapa hal yang diperlukan untuk mewujudkan Cyber Park tersebut. "Pertama, harus ada perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga berkompetensi ICT (Information and Communication Technology -red.)," tuturnya kepada detikinet, pada kesempatan yang berbeda, Kamis (21/04/2005).Hal kedua yang ditekankan oleh Cahyana adalah perlunya mengundang perusahaan besar untuk masuk di Cyber Park tersebut. "Bukan hanya dari luar negeri seperti Microsoft, Oracle dan lainnya, tapi juga perusahaan lokal seperti Telkom, PLN, Excelcom atau Sigma," tukasnya. Selain itu ia menekankan pentingnya pengembang Open Source untuk menunjukkan eksistensi pada Cyber Park tersebut. "Untuk riset dan pengembangan. Supaya komunitasnya komplit," ia menjelaskan.Hal lain yang harus dimiliki untuk Cyber Park, lanjut Cahyana, adalah adanya wirausahawan lokal yang siap berbisnis di bidang teknologi informasi. Sedangkan hal terakhir yang diperlukan adalah sebuah perusahaan yang bersedia menjadi tempat ujicoba hasil pengembangan di Cyber Park. Perusahaan tersebut, ujar Cahyana, bisa jadi adalah BUMN besar atau perusahaan swasta. "Mereka jadi perusahaan anchor, bersedia menjadi tempat uji coba dan menyediakan dukungan dana. Tentunya yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu," ia menambahkan. Selain Bogor, Cahyana menuturkan, Pemerintah Kota Cimahi juga ingin mewujudkan hal serupa. Konsep Cimahi adalah Techno Residential Park, atau perumahan berbasis teknologi informasi.
(rouzni/)