Persaingan Memanas
SAP Coba Rebut Pengguna Peoplesoft - Oracle
- detikInet
Jakarta -
SAP bergerak gesit demi menarik para pelanggan Peoplesoft dari Oracle. Biaya perawatan yang lebih murah, adalah daya pikatnya.Sejak Peoplesoft dibeli Oracle, sepak terjang perusahaan software ini mengkhawatirkan para pesaingnya. Demikian halnya dengan SAP, yang saat ini mendominasi pasar. SAP lalu mengembangkan program pemikat, Safe Passage Program.Melalui program ini, SAP mencoba mengatakan bahwa pihaknya lebih unggul dalam mengurangi biaya pemeliharaan untuk pengguna Oracle mana pun di Amerika Serikat yang menggunakan J.D. Edwards dan aplikasi-aplikasi PeopleSoft. Sebelumnya, program tersebut hanya ditujukan untuk para pelanggan PeopleSoft dan J.D. Edwards yang juga menggunakan SAP.Perseteruan antara SAP dan Oracle sudah mulai menghangat tahun ini, setelah keuntungan yang diraih Oracle sebanyak US$ 10,3 milyar (Rp 97,7 triliun) dari PeopleSoft pada bulan Januari. Keuntungan besar ini telah membuat Oracle menduduki posisi kedua di pasar global untuk sektor aplikasi bisnis, naik dari peringkat 3, walaupun SAP masih mendominasi pasar."Para pelanggan PeolpleSoft dan J.D. Edwards saat ini masih memakai software yang sudah lama diinvestasikan, dan hal ini menjadi pertimbangan besar bagi perusahaan yang terpaksa mengambil alih posisi pesaingnya, Oracle," ujar Bill Dermot, Chief Executive SAP Amerika, seperti dilansir Cnet News.com, yang dikutip detikcom, Selasa (5/4/2005). Bulan lalu, SAP kalah tender dengan para produsen software eceran Retek, ketika Oracle menaikkan harga penawarannya. Belum bisa dilihat, apakah SAP akan menerapkan metode kampanye yang sama untuk pelanggan Retek.
(rouzni/)