Jumat, 23 Feb 2018 09:35 WIB

CEO Uber Jawab Rumor Perusahaannya Mau Dijual ke Grab

Agus Tri Haryanto - detikInet
Dara Khosrowshahi. Foto: Forbes Dara Khosrowshahi. Foto: Forbes
New Delhi - CEO Uber Dara Khosrowshahi mulai bereaksi dengan tegas mengenai rumor yang beredar belakangan ini, di mana operasional perusahaannya di Asia Tenggara akan dijual ke pesaingnya, yaitu Grab.

Dalam lawatan ke Asia untuk pertama kali sejak menjabat sebagai CEO Uber tahun lalu, yaitu ke India, Khosrowshahi menyatakan bahwa Uber akan terus melanjutkan usahanya untuk bersaing di pasar berkembang seperti Asia Tenggara.



Berarti, rumor penjualan ke Grab itu telah ditepis walaupun ia mengakui Uber harus rela bakar-bakar banyak uang di wilayah ini.

"Kami sudah ekspektasi kehilangan uang di Asia Tenggara dan juga berekspektasi untuk berinvestasi secara agresif dalam hal pemasaran, subsidi, dan lainnya," kata Khosrowshahi dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (23/2/2018).

Meski merupakan area mahal dan kompetitif untuk penyedia layanan transportasi online, namun disampaikannya bahwa Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena jumlah populasinya besar dan pertumbuhan pengguna internet yang cepat.

"Dari sudut pandang kompetitif, kami pikir kami dapat berkembang," ucapnya.

Khosrowshahi menanambahkan bahwa satu dekade dari sekarang, ia berharap 80% pertumbuhan di Uber dapat dilakukan secara organik serta melalui akuisisi.

"Kami akan melihat apa saja. Tapi, saat ini rencana untuk Asia Tenggara adalah maju terus, melihat ke depan dan berinvestasi," tegasnya.

[Gambas:Video 20detik]

Diberitakan sebelumnya, rumor Uber Asia Tenggara akan dibeli Grab santer terdengar. Hal ini tak terlepas dari kesamaan investornya, yakni sama-sama disuntik oleh Softbank, perusahaan teknologi raksasa asal Jepang.

Softbank yang memiliki 15% Uber, mengungkapkan membuka kemungkinan kalau perusahaan yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, itu dapat melebur dengan Grab di ASia Tenggara.

Softbank yang baru saja mendanai Uber kabarnya menginginkan kalau Uber lebih baik fokus kepada pertumbuhan di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, dan Autralia, bukan Asia yang dinilai kawasan dengan pasar yang sangat kompetitif dan mahal. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed