Microsoft Mulai 'Rangkul' Linux?
- detikInet
Jakarta -
Untuk pertamakalinya, Microsoft akan mengeluarkan produk yang secara resmi mendukung sistem operasi Linux. Apakah ini artinya Microsoft sudah tidak 'benci' Linux lagi? Hal itu diungkapkan Steve Ballmer, CEO Microsoft, dalam sebuah konferensi di Las Vegas bertajuk Microsoft Management Summit. Lucunya, selama ini Ballmer adalah salah satu eksekutif yang paling 'pedas' mengomentari Linux.Produk tersebut adalah Virtual Server 2005 Service Pack 1 yang akan meluncur akhir tahun ini. Menurut Ballmer hal itu dimaksudkan agar pengguna bisa mengatur jaringan yang lebih heterogen.Dengan Service Pack tersebut, ujar Ballmer, sistem operasi selain Windows manapun akan mendapat dukungan resmi Microsoft untuk berjalan pada Virtual Server 2005. "Virtualisasi akan memfasilitasi kompatibilitas yang lebih baik dan biaya kepemilikan total yang lebih rendah," ujarnya seperti dilansir NewsFactor dan dikutip detikinet, Senin (25/04/2005).Selama ini Linux sudah bisa dijalankan pada Virtual Server. Namun, dukungan resmi Microsoft baru terjadi sekarang ini. Merangkul Bukan Berarti SukaDi masa lalu, tepatnya sekitar tahun 2001, Ballmer pernah menyamakan Linux dengan kanker yang menular pada semua yang disentuhnya. Ia meralat pernyataan itu beberapa tahun kemudian, meskipun tetap mengkritik Linux (dan Open Source) secara 'pedas'.Apakah langkah terbaru Microsoft ini berarti sudah 'tak ada dendam' antara keduanya? Menurut analis Laura DiDio, dari Yankee, itu belum tentu benar. DiDio justru menyebut Microsoft tetap agresif menyerang Linux. "Itu mengapa mereka (Microsoft) berkonsentrasi di Asia, di daerah itu adopsi Linux sedang tumbuh pesat," ia menjelaskan.Beberapa kampanye pemasaran yang telah digelar Microsoft juga menggarisbawahi hal itu. Contohnya kampanye keringanan biaya dan keamanan yang selama ini dianggap sebagai keunggulan Linux. Namun Microsoft mau tidak mau harus mengakui bahwa beberapa pelanggannya telah mulai menggunakan Linux. "Tidak mungkin mereka (Microsoft -red.) memalingkan wajah dari pelanggan hanya karena mereka tidak suka dengan Linux," DiDio berusaha menjelaskan langkah terbaru Microsoft ini.
(wicak/)