Selasa, 13 Feb 2018 07:30 WIB

Dapat Kucuran Lebih dari Rp 2 Triliun, Mau Apa Go-Jek?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: detikINET/Ari Saputra Foto: detikINET/Ari Saputra
Jakarta - Go-Jek baru saja mendapat suntikan dana segar dari dua perusahaan besar di Indonesia. Lantas apa yang akan dilakukan perusahaan ride sharing ini selanjutnya?

Seperti diketahui, dalam hari yang sama, PT Astra Internasional Tbk danPT Global Digital Niaga (GDN) resmi mengumumkan bahwa mereka melakukan investasi ke Go-Jek. Astra Internasional mengucurkan dana sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun, sementara nilai investasi yang akan disuntikkan dari entitas usaha Grup Djarum itu masih dirahasiakan.

Mendapat dana yang cukup besar, Founder sekaligus CEO Go-Jek Nadiem Makarim sudah menyiapkan sejumlah rencana. Katanya, dana tersebut akan digunakan Go-Jek untuk membangun dan mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Tanah Air.

Lebih rinci, dana yang digelontorkan oleh Astra Internasional akan mengarah ke bisnis utama dari Astra itu sendiri. "Secara logis ada berbagai macam hal dalam vehicle, baik itu leasing, distribusi, asuransi, dan lain-lain yang memang core business dari Astra," tutur Nadiem.

Dapat Kucuran Lebih dari Rp 2 Triliun, Mau Apa Go-Jek?Foto: Danang Sugianto


Dana itu juga diupayakan untuk membantu kesejahteraaan dan kenyamanan dari mitra pengemudi Go-Jek, yang tentunya berhubungan dengan kendaraan mereka. Selain itu, salah satu ide kolaborasi lain Go-Jek dengan Astra adalah ekspansi platform ride sharing ini ke kawasan Papua, mengingat perusahaan yang bergerak di bidang otomotif tersebut sudah sampai ke daerah timur Indonesia.

Kemudian, investasi yang dikeluarkan oleh GDN akan difokuskan pada bidang ekosistem digital. Menggandeng Blibli.com, Go-Jek akan pula fokus dalam pemberdayaan UMKM.

"Ada banyak kesamaan antara GDN dan GO-JEK yang bisa dikolaborasikan dalam hal membuka akses yang semakin luas bagi para pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi digital, pengembangan jasa logistik, merchandising," ujar Kusumo Martanto, CEO GDN.

Dapat Kucuran Lebih dari Rp 2 Triliun, Mau Apa Go-Jek?Foto: detikINET/Muhamad Imron Rosyadi


Dia pun tidak menutup kemungkinan kolaborasi ini akan terjalin untuk jangka panjang, baik itu terkait dengan pengembangan teknologi ataupun pembangunan produk bersama.

Hal tersebut diamini oleh Nadiem, yang mengatakan bahwa Go-Jek sudah lama berprinsip kepada permberdayaan negara Indonesia sebagai misi mereka, terutama di sektor UMKM.

Kusumo menambahkan, kolaborasi ini tentunya akan menghadapi tantangan, namun ia tetap optimis pada bentuk kerja sama yang dilakukan dengan Go-Jek.

"Tantangan kedepan pasti akan terus ada, namun GDN berharap kolaborasi dan sinergi yang terjadi dapat membawa kedua perusahaan menjadi local champions yang maju dalam membangun ekosistem digital jadi makin besar, lebih sehat dan terintegrasi serta menjadi wadah bagi para top talent di Indonesia untuk dapat semakin berkembang," pungkasnya. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed