Selasa, 30 Jan 2018 17:45 WIB

Disuntik Rp 16 Triliun Oleh Google cs, Ini Kata Go-Jek

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kantor Go-Jek. Foto: detikINET/Ari Saputra Kantor Go-Jek. Foto: detikINET/Ari Saputra
Jakarta - Go-Jek akhirnya buka suara mengenai investasi yang baru diterimanya. Sebelumnya, Google telah mengonfirmasi bahwa induk perusahaan yang menaunginya, Alphabet, telah menyuntik dana segar untuk layanan ride sharing Go-Jek.

Alphabet beserta Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online Chine Meituan-Dianping menggelontorkan investasi secara 'keroyokan' kepada Go-Jek sebesar USD 1,2 miliar atau Rp 16 triliun.

Walau cukup disayangkan, berapa nilai investasi yang dialokasikan oleh Google kepada Go-Jek tidak disebutkan secara detail.

"Sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di dunia, kehadiran Google dapat membantu Go-Jek mempercepat inovasi kami, apalagi Google memiliki komitmen untuk membantu mengembangkan ekonomi digital Indonesia," ujar Manajemen Go-Jek melalui keterangan tertulisnya, Selasa (31/1/2018).

Menurut Go-Jek, Google adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam seri pendanaan terbaru di Go-Jek. Disampaikannya, mereka tertarik karena model bisnis Go-Jek yang dinilai unik.

Selain itu, Go-Jek juga mengungkapkan bahwa perusahaan yang berbasis di Mountain View tersebut memiliki kepercayaan kepada pendiri dan manajemen Go-Jek dalam menjalankan perusahaan dan misinya.

"Google berinvestasi di Go-Jek juga karena ingin belajar dari kesuksesan Go-Jek dalam mengembangkan UMKM di Indonesia. Di sisi kami, Go-Jek berkesempatan untuk belajar SDM-SDM kelas dunia tentang best practice dan adanya transfer knowledge," sebut Go-Jek.

"Kami berharap melalui transfer knowledge ini Go-jek bisa terus berinovasi memanfaatkan teknologi untuk lebih banyak masyarakat Indonesia," tutup Go-Jek.

Sebelumnya, VP of Google's Next Billion team Caesar Sengupta membenarkan kalau pihaknya telah mengucurkan dana segar kepada Go-Jek.

"Go-Jek dipimpin tim manajemen asal Indonesia yang kuat dan punya catatan yang terbukti membuat hidup para penggunanya di seluruh Indonesia menjadi lebih mudah," Sengupta, dikutip dari Tech Crunch, Senin (29/1).

"Investasi ini memungkinkan kami bermitra dengan jawara lokal yang hebat di ekosistem startup yang berkembang di Indonesia, dan membuat kami bisa memperdalam komitmen pada ekonomi internet Indonesia," sambungnya.

Bagi Go-Jek, suntikan dana ini menandai adanya investasi langsung untuk pertama kalinya dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat di Indonesia.

Putaran pendanaan dibuka tahun lalu dan dijadwalkan akan ditutup dalam beberapa minggu lagi. Pendanaan oleh investor terkemuka, antara lain yang melibatkan nama Google, menjadi amunisi Go-Jek dalam menghadapi persaingan dengan rivalnya, seperti Grab dan Uber yang sama-sama mengincar pasar Indonesia yang strategis.

Namun belum diketahui seberapa banyak investasi yang dikucurkan masing-masing investor. Baik Google, KKR, Warburg dan Temasek, kompak menolak berkomentar soal itu. Go-Jek sendiri hingga saat ini masih bungkam.

Namun yang jelas, kucuran investasi ini membuat Go-Jek semakin basah. Tahun lalu, JD.com berinvestasi di Go-Jek senilai USD 100 juta. Langkah ini kemudian diikuti perusahaan media sosial dan online entertainment Tencent Holdings yang juga menjadi investor JD.com. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed