Pihak Uber memang disarankan oleh Rajeev Misra, eksekutif SoftBank, untuk fokus pada pasar tertentu saja seperti AS, Eropa, Amerika Latin dan Australia. Tapi Dara mengungkapkan ketidaksetujuannya dan menyatakan Uber akan terus maju ke depan dan berekspansi.
Baca juga: Grab Mau Caplok Uber Asia Tenggara? |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga ingin Uber melakukan penjualan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), paling cepat pada awal tahun depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Grab dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. Kabar akuisisi Grab pada operasional Uber di Asia Tenggara juga berkembang karena kedua perusahaan sama-sama mendapat pendanaan besar dari raksasa teknologi Jepang, Softbank.
Pihak Softbank sama-sama duduk di dewan direksi kedua perusahaan dan kabarnya ingin melakukan konsolidasi bisnis. "Softbank akan memainkan peran konsolidasi," sebut sumber Kr Asia.
Dengan valuasi USD 68 miliar, Uber adalah startup paling bernilai di dunia dan beroperasi secara global. Sedangkan Grab fokus habis-habisan di pasar Asia Tenggara. (fyk/rou)