Jumat, 15 Des 2017 11:57 WIB

Mengenal 3 Startup Fintech Lokal yang Dicaplok Go-Jek

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Go-Jek Foto: Go-Jek
Jakarta - Go-Jek akhirnya mengumumkan telah mencaplok tiga startup financial technology atau fintech lokal. Ketiga startup tersebut adalah Kartuku, Midtrans dan Mapan.

Ketiga startup fintech tersebut diakusisi Go-Jek lantaran punya peranan penting. Bisnis ketiga perusahaan rintisan tersebut ini telah memproses total transaksi lebih dari Rp 67,5 triliun per tahun, baik melalui kartu kredit, debit maupun dompet digital untuk para pengguna, penyedia jasa dan merchant-merchant mereka.

Kartuku

Didirikan Niki Luhur pada 2011. Pada perjalanannya Kartuku berhasil menumbuhkan basis pelanggan dan jaringan merchant-nya dengan sangat cepat. Pada 2015, Thomas Husted bergabung dengan Kartuku dan menjadi CEO setahun kemudian.

Setelah diakusisi Go-Jek, Kartuku akan fokus pada pengembangan penggunaan offline Go-Pay. Mereka akan mengintegrasikan penerimaan layanan dompet digital ini ke jaringan merchant-nya.

Mengenal 3 Startup Fintech Lokal yang Dicaplok Go-JekFoto: internet


Secara bersamaan, Kartuku akan bekerja dengan layanan Go-Jek seperti Go-Food dan Go-Mart untuk menyediakan infrastruktur pembayaran offline bagi 125 ribu merchant di Indonesia. Selain itu, merchant Go-Jek akan bisa mendapatkan kemudahan pembayaran offline sehingga dapat membantu pengembangan bisnis dan pelayanan pelanggan.

"Tujuan kami adalah membuat Go-Pay bisa diterima dimana-mana, sesuai dengan misi Kartuku untuk mendukung pengembangan masyarakat nontunai di Indonesia," ujar Thomas Husted, CFO Go-Jek Group.

Midtrans

Startup ini didirikan oleh Ryu Suliawan pada 2012. Kini, Midtrans merupakan penyedia jasa pemrosesan pembayaran secara online di Indonesia lewat kemitraan dengan bank-bank di tanah air, maskapai penerbangan, bisnis retail e-commerce, dan perusahaan-perusahaan fintech.

Midtrans saat ini bekerja dengan lebih dari 3.000 merchant online, memproses 18 metode pembayaran online yang berbeda-beda. Dengan diakusisi, Midtrans berharap dapat meningkatkan jangkauan Go-Jek Group dalam pembayaran online secara signifikan.

"Kami bukan hanya memproses transaksi online, namun juga berinvestasi secara signifikan untuk membuat belanja online menjadi lebih aman. Sistem manajemen risiko fraud yang kami miliki digunakan oleh mitra-mitra dalam platform kami. Kami akan menggunakan platform dan teknologi kami untuk memperkuat ekosistem pembayaran GO-PAY," ujar Ryu.

Mapan

Mapan merupakan jaringan layanan keuangan berbasis komunitas yang mengutamakan ekonomi gotong-royong. Startup ini didirikan Aldi Haryopratomo pada 2009 silam.

Mengenal 3 Startup Fintech Lokal yang Dicaplok Go-JekFoto: internet


Dengan metode arisan unik, Mapan mampu berkembang pesat. Saat ini jumlah karyawannya mencapai 2.000 orang. Selain itu, mereka telah membantu mengatur keuangan lebih dari 1 juta keluarga Indonesia di lebih dari 100 kota agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang selama ini sulit mereka akses.

"Dengan menjadi bagian Go-Jek Group, kami akan mengakselerasi inklusi keuangan bagi masyarakat yang masih unbanked, terutama mereka yang berada di daerah-daerah pedesaan di mana layanan Go-Jek belum sepenuhnya tersedia. Melalui komunitas yang ada di Mapan, kami dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang lebih bertanggung jawab serta mendukung mereka memiliki kesempatan untuk menjadi lebih mapan," ujar Aldi.

(afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed