Dikutip detikINET dari Reuters, CEO Uber Dara Khosrowshahi menyatakan Uber akan terus merugi di AS setidaknya dalam 6 bulan ke depan. Itu karena rival utamanya, Lyft, menghadirkan persaingan keras.
"AS adalah kompetisi yang saat ini sangat sangat keras antara kami dan Lyft, jadi saya tidak melihat AS akan menjadi pasar yang menghasilkan untung dalam 6 bulan ke depan," sebut sosok yang baru 2 bulan jadi CEO Uber menggantikan Travis Kalanick ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi di pasar itu tidak seperti yang kami inginkan. Saya pikir terlalu over permodalan pada saat ini. Kami akan melakukan sesuatu. Namun saya tidak optimis pasar itu akan segera menguntungkan," paparnya.
Asia Tenggara memang memiliki pemain lokal yang agresif, yaitu Grab dan Go-Jek. Mereka telah mendapatkan permodalan sangat besar dari para investor belakangan ini dan membuat Uber kewalahan.
Uber berulangkali mengatakan kerugian besar adalah hal normal untuk mengukuhkan posisinya di pasar. Namun tetap saja setelah 8 tahun beroperasi di AS dan belum meraih untung, metode bisnis mereka mulai dipertanyakan. (fyk/fyk)