Jumat, 10 Nov 2017 10:57 WIB

CEO Uber Mengeluh Susahnya Dapat Untung

Fino Yurio Kristo - detikInet
Dara Khosrowshahi. Foto: Forbes Dara Khosrowshahi. Foto: Forbes
Jakarta - Kompetisi layanan transportasi online memang sangat ketat. CEO Uber pun mengaku masih susah mendapatkan untung, bahkan juga di negara asalnya, Amerika Serikat.

Dikutip detikINET dari Reuters, CEO Uber Dara Khosrowshahi menyatakan Uber akan terus merugi di AS setidaknya dalam 6 bulan ke depan. Itu karena rival utamanya, Lyft, menghadirkan persaingan keras.

"AS adalah kompetisi yang saat ini sangat sangat keras antara kami dan Lyft, jadi saya tidak melihat AS akan menjadi pasar yang menghasilkan untung dalam 6 bulan ke depan," sebut sosok yang baru 2 bulan jadi CEO Uber menggantikan Travis Kalanick ini.

Diterangkan bahwa secara keseluruhan, Uber juga belum bakal meraup laba meskipun di beberapa kota bisa impas. Selain di AS, Khosrowshahi juga menyinggung pasar Asia Tenggara yang di dalamnya termasuk Indonesia. Di area ini, Uber harus berjuang keras melawan pemain lokal.

"Ekonomi di pasar itu tidak seperti yang kami inginkan. Saya pikir terlalu over permodalan pada saat ini. Kami akan melakukan sesuatu. Namun saya tidak optimis pasar itu akan segera menguntungkan," paparnya.

Asia Tenggara memang memiliki pemain lokal yang agresif, yaitu Grab dan Go-Jek. Mereka telah mendapatkan permodalan sangat besar dari para investor belakangan ini dan membuat Uber kewalahan.

Uber berulangkali mengatakan kerugian besar adalah hal normal untuk mengukuhkan posisinya di pasar. Namun tetap saja setelah 8 tahun beroperasi di AS dan belum meraih untung, metode bisnis mereka mulai dipertanyakan. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed