Selasa, 10 Okt 2017 07:22 WIB

Apple Siap-siap Uji Coba Pusat Risetnya di Indonesia

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages - Justin Sullivan Ilustrasi. Foto: Gettyimages - Justin Sullivan
Jakarta - Pembangunan pusat riset Apple di Indonesia sudah mulai rampung. Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, AS itu akan melakukan uji coba.

"Apple masih merampungkan pusat risetnya di Indonesia. Rencananya Oktober ini mereka akan melakukan uji coba," ungkap I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), saat ditemui usai menghadiri pengumuman pemenang Indonesia Next Apps 4.0 di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Putu berharap Apple dapat merampungkan pusat risetnya lebih cepat. Kendati dalam rencana pihak Apple sudah memasang target akhir tahun ini pusat risetnya itu dapat selesai dibangun. Pun begitu, raksasa teknologi pembuat iPhone ini sudah mulai bergerak menjalankan programnya di Indonesia.

"Mereka telah memulai dengan membuat program di Kampus Binus," kata Putu.

Program tersebut, untuk diketahui, bernama iOS Foundation Program. Lewat program ini Apple ingin melatih para mahasiswa Binus membuat aplikasi bermanfaat dengan bimbingan langsung instruktur dari Apple.

Saat ini tercatat telah ada dua angkatan dengan masing-masing 30 peserta para mahasiswa yang mendapat pendidikan. Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan tersebut tak menutup kemungkinan akan direkrut oleh Apple ketika pusat risetnya nanti didirikan di Indonesia.

Apple sendiri akan membangun tiga pusat riset di Indonesia. Pusat riset pertama dipastikan di BSD, Tangerang Selatan, Banten. Sementara dua lagi belum diketahui.

Pembangunan pusat riset ini dilakukan untuk memenuhi aturan TKDN 30% yang ditetapkan pemerintah pada ponsel 4G. Apple menginvestasikan dana sebesar USD 44 juta atau sekitar Rp 586 miliar. Tenaga kerja yang terserap dari pembangunan riset ini ditargetkan mencapai 400 orang.

Di pusat riset ini, Apple akan mengembangkan inovasi, membuat software, aplikasi, hingga menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai dengan standar Apple lewat pelatihan. Diharapkan nantinya produk yang diciptakan tidak hanya aplikasi untuk smartphone, tetapi bisa juga untuk software engineering dan lainnya.

(afr/yud)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed