BERITA TERBARU
Jumat, 06 Okt 2017 08:40 WIB

Indonesia Jualan Startup Lokal ke Investor AS

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: agus/detikINET Foto: agus/detikINET
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan kunjungan ke Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat. Tujuannya untuk menggaet investor negeri Paman Sam menanam investasi di startup Indonesia.

Kehadiran Kominfo ke negeri Paman Sam agar para Venture Capitalist (VC) atau pemodal ventura AS dapat memfokuskan investasinya ke startup Indonesia. Pada akhirnya, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Lis Sutjiati (Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO & Digital Economy), David Rimbo (Tim Asistensi Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital), dan Rudy Ramawy (Tim Asistensi Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital) adalah perwakilan Kominfo yang ke Silicon Valley. Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berinteraksi melalui video conference karena posisi ada di Jakarta.

Ada dua misi utama yang dibawa Kominfo di Silicon Valley. Pertama, memberikan update perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang begitu pesat dalam dua tahun terakhir, serta mendapatkan masukan-masukan dari modal ventura AS agar startup Indonesia menjadi fokus investasi mereka. Kedua, pertemuan antara startup lokal dengan VC asal AS.

"Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan startup nasional kepada VCs di Amerika Serikat. Diharapkan dengan pertemuan ini, para VCs dapat lebih memfokuskan investasinya ke startup Indonesia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," kata Kominfo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/10/2017).

Ada 12 startup lokal yang dibawa oleh Kominfo ke markas teknologi dunia itu. Startup-startup ini diharapkan menjadi unicorn selanjutnya, namun kondisi itu terjadi bila disokong dana segar dari para investor.

Mereka adalah Adskom (Periklanan Digital yang menawarkan data yang ditujukan untuk pemasaran bertarget terintegrasi untuk pengguna eCommerce), Modalku (Teknologi keuangan yang berfokus pada pinjaman dan kredit Usaha Kecil dan Menengah), Jaringan TADA (teknologi keuangan yang berfokus pada industri loyalitas dan penghargaan), Koinworks (teknologi finansial yang berfokus pada pinjaman peer-to-peer), Cermati (teknologi keuangan yang berfokus pada perbandingan dan penjualan produk-produk keuangan dan asuransi).

Kemudian, Cashlez (teknologi keuangan yang menawarkan gateway pembayaran omni-channel), PlazaKamera.com (marketplace untuk produk-produk fotografi), Qraved (marketplace untuk industri kuliner), Orami (marketplace untuk produk ibu dan bayi), Tanihub (teknologi pertanian yang berfokus pada e-Commerce secara B2C dan crowdlending (pinjaman gotong-royong)), Snapcart (big data yang menawarkan insight yang real-time bagi konsumen dan pembeli), dan Agate (game).

Sedangkan, perwakilan dari para venture capital besar Amerika Serikat yang hadir pada pertemuan dengan startup Indonesia, yaitu Sovereigns Capital, Softbank, Google, F50, 500 Startups, GSV, Amasia, Immersive, Pacific Technology Partners, PV Global, Diamond Head Ventures, Axonne, Elixir Capital, 1955 Capital, Angel Labs, Hanover Partners, Professor at Hult, hingga Crop Enhancement.

Untuk menyakini para pemodal tersebut, Kominfo membawa dua startup yang sukses dan masuk kategori unicorn di Indonesia, yaitu Go-Jek dan Tokopedia. Startup unicorn sendiri merupakan istilah untuk perusahaan rintisan yang pada akhirnya memiliki valuasi lebih dari USD 1 miliar.

Kevin Aluwi sebagai Co-Founder hadir sebagai perwakilan Go-Jek. Sedangkan perwakilan Tokopedia adalah pendiri sekaligus CEO-nya, yaitu William Tanuwijaya. Mereka berdua berkesempatan mendiskukan pengalaman dan perjalanan menjadi unicorn dalam waktu singkat.

Kevin menuturkan bagaimana kondisi dan masalah sosio-ekonomi yang khas di Indonesia, yang dihadapi orang sehari-hari, membuat Go-Jek hadir untuk menawarkan solusi. Mulai dari tumpangan, pengiriman paket, pesan makanan, sampai pijat adalah produk layanan ditawarkan Go-Jek melalui aplikasi.

Sementara itu, William menyebutkan pihaknya telah berhasil membuka kesempatan dua juta pelaku UKM untuk memasarkan produknya di Tokopedia. Sehingga produk UKM tersebut dapat tersebar ke seluruh Tanah Air.

(yud/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed