BERITA TERBARU
Jumat, 29 Sep 2017 09:29 WIB

Sektor Hukum Mulai Jadi Incaran Startup

Yudhianto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Dok.detikcom Ilustrasi. Foto: Dok.detikcom
Jakarta -

Hampir semua sektor sekarang bisa memanfaatkan teknologi, bahkan hukum. Hal itulah yang coba disodorkan oleh sebuah startup bernama Lawble.

Startup ini disebut berangkat dari masalah sulitnya mengkompilasi berbagai peraturan hukum Indonesia, yang sering ditemui oleh para praktisi hukum. Lawble sendiri ditawarkan dalam bentuk website application, yang dapat berguna untuk kompilasi berbagai produk hukum Indonesia.

"Dengan Lawble, kami memiliki sistem bookmark dan kolaborasi sehingga memudahkan para praktisi dan menghemat waktu mereka lebih dari 70% dari yang biasanya," tambah Eric Wishnu, Chief Technology Officer Lawble, dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Lawble menyasar Law Firm dan perguruan tinggi untuk menggunakan layanannya. Apalagi saat ini setidaknya ada lebih dari 700 Law Firm yang tercatat. Di tahun pertamanya startup ini berharap meraih 10 user untuk satu Law Firm, dengan penetrasi pasar sebesar 50% dari jumlah Law Firm tercatat.

Sehingga diharapkan ada sekitar 3.500 hingga 4.000 user bisa terjaring sebagai pelanggan dari sektor Law Firm.

Di sisi lain, Lawble membidik 20 perguruan tinggi di mana diharapkan setidaknya ada 100 pengguna untuk bergabung, atau sekitar 2.000 member. Produk dan layanan Lawble sendiri terbagi menjadi dua, yaitu untuk praktisi hukum seperti Law Firm, dan masyarakat umum atau kalangan akademis.

"Kami memiliki visi jangka panjang, dimana nantinya masyarakat Indonesia akan paham mengenai setiap produk hukum yang berlaku," kata Charya Rabindra Lukman, Founder dan CEO Lawble.

"Kami memulai dari hal sederhana, dengan bantuan teknologi, kami menyediakan akses pengetahuan ke produk hukum yang mudah dan menyeluruh bagi masyarakat Indonesia. Dengan akses hukum yang mumpuni, kami yakin hukum tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang rumit, tetapi akan menjadi partner dalam aktifitas sehari-hari," jelasnya.

Lawble menargetkan setidaknya akan ada lebih dari 50.000 peraturan yang bisa diakses oleh masyarakat dan praktisi hukum.

Berkaca dari jumlah penduduk dan jumlah produk hukum yang banyak, startup ini juga yakin Indonesia merupakan pasar yang besar untuk mengembangkan segmentasi RegTech.



(yud/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Senin, 18 Jun 2018 15:35 WIB
    Berbahan dasar kardus, tak sedikit gamer yang mengejek kemunculan Nintendo Labo. Meski demikian, nyatanya aksesoris Nintendo Switch ini laris manis di pasaran.
  • Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Senin, 18 Jun 2018 14:26 WIB
    Google terus memperkuat cengkraman bisnisnya di China dengan cara mengguyur uang triliunan rupiah di salah satu raksasa e-commerce pesaing terkuat Alibaba.
  • Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Senin, 18 Jun 2018 13:35 WIB
    Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data signifikan. Jika dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, trafik data operator seluler itu melonjak pesat 109%.
  • Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Senin, 18 Jun 2018 12:53 WIB
    Setelah update Thanos dari euforia film Avengers Infinity War beberapa waktu lalu, kini game Fortnite juga ikut serta menyemarakkan Piala Dunia 2018.
  • Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Senin, 18 Jun 2018 10:59 WIB
    Hari ini adalah hari ayah di Amerika Serikat. Pendiri Microsoft Bill Gates pun tak ketinggalan mengucapkan selamat hari ayah untuk bapaknya yang ternyata..