Jumat, 18 Agu 2017 15:15 WIB

Orang Terkaya China Agresif di Indonesia

Rachmatunnisa - detikInet
Jack Ma (Foto: GettyImages) Jack Ma (Foto: GettyImages)
Jakarta - Investasi Alibaba Group di Tokopedia memperlihatkan betapa agresif Jack Ma selaku pendiri dan CEO Alibaba mengincar pasar Indonesia.

Dalam perayaan ulang tahun Tokopedia yang ke-8, perusahaan tersebut mengumumkan babak investasi baru yang dipimpin oleh Alibaba Group, ditandai dengan suntikan dana USD 1 miliar atau lebih dari Rp 14 triliun dari perusahaan asal China tersebut.

"Pemodalan USD 1,1 miliar ini akan dipimpin Alibaba Grup dan pemegang saham Tokopedia. Lewat babak investasi ini, Alibaba Grup akan menjadi pemegang saham minoritas Tokopedia," ujar CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Suntikan dana segar Tokopedia ini tak hanya membuat mereka langsung berguru kepada perusahaan global, tapi juga dapat mengakselerasi visi misi Tokopedia, yaitu pemerataan ekonomi digital di Indonesia.

Meski saham minoritas, Rp 14 triliun bukan angka yang kecil. Angka ini kemudian juga dihubungkan dengan sosok Jack Ma. Orang terkaya China ini tentu mempertimbangkan dengan matang investasinya di e-commerce Indonesia.


Sebelumnya, ada Lazada yang dikuasai Alibaba. Pada April 2016, Alibaba membeli mayoritas saham Lazada sekaligus mengucurkan sejumlah investasi dengan nilai total USD 1 miliar.

Catatan penting dari aksinya ini, nama Lazada sudah populer dan beroperasi di enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Ini adalah pondasi kuat bagi Alibaba untuk bersaing di Asia Tenggara.

Jack Ma, memang menargetkan perusahaannya harus meraih setidaknya separuh pendapatan dari pasar mancanegara. Ketergantungan Alibaba saat ini pada pasar China dinilai kurang baik bagi masa depan perusahaan.

"Mereka memang memiliki uang tunai banyak sehingga bisa melakukan investasi semacam ini. Mereka juga mencari pemicu pertumbuhan jangka panjang," kata analis Morningstar Investment Service yang detikINET kutip dari Business Times.

Jack Ma sepertinya masih akan menghamburkan duitnya untuk investasi di sejumlah pasar potensial. Indonesia tentu salah satu yang tidak akan dilewatkannya. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed