Senin, 14 Agu 2017 17:00 WIB

Pendiri Uber Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Malang benar nasib Travis Kalanick. Setelah dipaksa mundur dari posisi CEO di Uber, kini ia digugat oleh salah satu investor Uber dengan tuduhan penipuan. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga.

Investor Uber tersebut adalah Benchmark Capital yang merupakan salah satu investor pertama Uber. Mereka mendaftarkan gugatan tersebut di Delaware Chancery Court, Amerika Serikat.

Benchmark Capital menganggap langkah-langkah yang diambil Kalanick selama menjadi CEO Uber tak menguntungkan pemegang saham, pegawai, pengemudi, maupun penumpang. Kalanick juga disebut menutupi sejumlah hal dari dewan direksi, seperti kasus pelecehan seksual, diskriminasi gender, termasuk manajemen yang sangat buruk.

"Target yang dipatok oleh Kalanick terlalu tinggi bertujuan untuk merangkul para dewan direksi agar mereka menjauhkan pendahulunya dan kemungkinan ia kembali menjadi CEO," seperti yang tertulis dalam gugatan tersebut.

Pihak Uber menolak mengomentari gugatan ini, sementara Benchmark dan Kalanick juga belum angkat bicara soal hal ini, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Senin (14/8/2017).

Jika Benchmark memenangkan gugatannya terhadap Kalanick, ia dipastikan akan kehilangan posisinya di dewan direksi Uber. Begitu juga dengan kemungkinan kembalinya Kalanick ke posisi CEO bakal lenyap.

Beberapa bulan terakhir ini adalah masa yang kelam bagi Uber, setelah bermacam skandal menghinggapi penyedia layanan ridesharing ini. Bermacam skandal itu akhirnya membuat para investor memaksa Kalanick untuk mundur dari posisi CEO, serta Ryan Graves, karyawan pertama Uber serta senior VP global operation, mundur dari posisinya. Padahal Uber adalah perusahaan yang didirikan dan dibesarkan Kalanick. (asj/fyk)