Rabu, 09 Agu 2017 19:41 WIB

CEO BlackBerry Tawari Menkominfo Aplikasi Anti Sadap

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Jauh-jauh datang ke Indonesia dan menyambangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bos BlackBerry mencoba merayu pasar Tanah Air dengan software keamanannya.

Ya, BlacBerry kini sudah berbeda. Perusahaan teknologi asal Kanada ini sudah mengalihkan fokus bisnisnya dari hardware ke software, khususnya yang berkaitan dengan keamanan.

"Mereka mau masuk ke pasar korporasi di Indonesia, salah satunya consider untuk software security-nya agar dimanfaatkan pemerintah," ujar Rudiantara ditemui usai pertemuan di Kementerian Kominfo, Rabu (9/8/2017).

Rudiantara menceritakan contoh kasus di Jerman. Kanselir Jerman Angela Markel pernah marah karena ponselnya diduga disadap oleh pihak lain. Ketika itu, Pemerintah Jerman meminta BlackBerry untuk menggunakan aplikasi keamanan buatannya.

Rudiantara sempat mengunjungi unit kemanan milik BlackBerry yang membuat aplikasi keamnan tersebut pada April lalu.

"Ketemu sama mereka, bagaimana mereka mengembangkan software aplikasinya dan fokus pada sekuriti. Itu yang kami pertimbangkan untuk digunakan pemerintah. Wong Pemerintah Jerman saja pakai," sebut Chief RA.

Ketika ditanya lebih tegas apakah Indonesia akan mengikuti jejak Jerman yang memanfaatkan aplikasi keamanan BlackBerry untuk digunakan di pemerintahan. Ia menyebutkan sedang mempertimbangkannya.

"Saya pertimbangkan, saya sudah bicara dengan mereka kira-kira penggunaannya berapa tapi belum diputuskan. Indonesia mempertimbangkan saja untuk menggunakan aplikasi security BlackBerry digunakan oleh pemerintah," tuturnya. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed