Ribuan Anak Muda Banyuwangi Dibekali Ilmu Jualan Online

Ribuan Anak Muda Banyuwangi Dibekali Ilmu Jualan Online

Ardian Fanani - detikInet
Selasa, 01 Agu 2017 08:54 WIB
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Sebanyak 2 ribuan anak muda Banyuwangi mengikuti pelatihan pemasaran digital dan kewirausahaan yang digelar Pemkab Banyuwangi. Pasalnya saat ini tantangan yang dihadapi oleh anak-anak muda diyakini telah jauh berbeda dengan masa sebelumnya.

Sekarang dianggap sebagai eranya internet, sebuah teknologi yang bisa memudahkan hidup, yang memungkinkan setiap orang membangun bisnis dari mana saja, bahkan dari desa sekalipun. Di era internet ini, Pemkab Banyuwangi pun ingin mencetak usahawan muda di daerahnya.

"Banyuwangi menggelar pelatihan ini sebagai investasi masa depan dan memberikan bekal bagi anak-anak muda untuk menghadapi tantangan baru. Era digital sudah tidak bisa kita hindari, termasuk di dunia pemasaran," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara, Senin (31/7/2017).

"Kemajuan tidak hanya disongsong oleh kota besar, namun sekarang anak-anak daerah bisa memasarkan apapun produknya, ide, dan kreativitasnya secara online. Tidak hanya ke seluruh nusantara, bahkan ke seluruh dunia," ujarnya.

Ribuan Anak Muda Banyuwangi Dibekali Ilmu Jualan OnlineBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara. Foto: Ardian Fanani/detikcom

Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 132,7 juta orang.

Hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan riset MARS Indonesia juga memperkirakan saat ini ada 26,3 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah merasakan belanja melalui kanal online. Sementara Kementrian Komunikasi dan Informatika merilis nilai transaksi e commerce pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp. 150 triliun dan diyakini telah menembus Rp. 300 triliun pada tahun 2016 lalu.

"Pasar yang sangat besar ini yang perlu teman-teman sasar. Maka strategi internet marketing adalah sebuah kebutuhan, peluang bisnis online sangat terbuka lebar dan harus disambut dengan cara yang tepat," ujarnya.

Andrian Farid, salah seorang peserta, mengaku mendapat tambahan ilmu dari pelatihan ini. Andrian telah merintis bisnis produk olahan buah-buahan. Dia juga mulai membuka usaha warung makanan.

"Saya ingin memperluas pasarnya dengan jualan secara digital. Saya juga senang karena di sini dapat banyak motivasi untuk terus mengembangkan usaha agar bisa bermanfaat bagi sesama. Memang sih usaha saya masih kecil, tapi saya yakin bisa terus membesar, apalagi jika pasarnya makin luas dengan Internet marketing," paparnya.

Selain teknik internet marketing, materi dasar kewirausahaan (entrepreneurship -red) juga diberikan oleh para praktisi, salah satunya oleh Agus Pramono alias Mas Mono, pengusaha yang sukses dengan brand Ayam Bakar Mas Mono. Ia berbagai pengalaman dan kisah suksesnya dalam merintis sebuah bisnis.

"Kuncinya ada 3S yaitu sabar, syukur, dan sedekah. Seorang wirausahawan seharusnya memiliki sikap sabar ketika mendapat cobaan. Lalu bersyukur atas segala pencapaian pun juga perlu diterapkan dalam kehidupan. Yang terakhir sedekah. Itu bagian dari upaya kita untuk mengalahkan ego kita. Saat kita menderita, kita tidak sendirian. Ada yang lebih susah daripada kita," kata Mas Mono.

(yud/yud)