Laris Manis! Bisnis Epson Moncer di Indonesia

Laris Manis! Bisnis Epson Moncer di Indonesia

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Kamis, 13 Jul 2017 15:58 WIB
Muchammad Husni Nurdin (Muhammad Alif Goenawan/detikINET)
Jakarta - Kurang lebih 17 tahun sudah Epson melebarkan sayapnya di Indonesia. Di usianya yang terbilang remaja ini, Epson mengakui bahwa bisnisnya di Indonesia dalam lima tahun terakhir meroket.

Ditemui usai acara Halal bi Halal di Cibis Tower 9, Jakarta Selatan, Muchammad Husni Nurdin selaku Director Finance and Business Support Epson Indonesia menyebut bahwa bisnisnya menanjak sekitar 20% dalam lima tahun. Sementara untuk tahun 2016 lalu, berkisar 27%.

"Tahun ini bisa dibilang adalah tahun yang sangat penting. Pada bulan Oktober 2017 nanti usia Epson di Indonesia genap 17 tahun. Tentu bukan perjalanan yang singkat bagi kami. Bisnis dalam lima tahun tumbuh bagus," papar Husni di Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).

Foto: fotografer: Muhammad Alif Goenawan


Husni pun berharap apabila di usianya yang cukup matang ini, bisnis Epson terus berkembang. Untuk bisa mencapai pertumbuhan yang memuaskan, Husni membagi sedikit strateginya.

"Strateginya kami selalu melihat nilai dari konsumen Indonesia, lalu kami kombinasikan dengan produk dan solusi yang kami miliki. Nah, itu nanti macam-macam bentuknya, ada yang roadshow, fokus group discussion, dan lain-lain," papar Husni.

Epson pun tahun ini mencoba untuk melihat peluang baru, yakni mesin printer besar yang dilengkapi dengan fotokopi. Diutarakan Husni, Epson melihat ada kebutuhan di korporat akan mesin-mesin besar, tidak hanya untuk printer, scanner, dan fotokopi.

"Bisa dibilang ini perdana bagi Epson. Kami mulai bermain di pasar printer besar dan cepat," pungkasnya.

Foto: fotografer: Muhammad Alif Goenawan


Masih dalam kesempatan yang sama, Shimizu Tomoya yang menjabat sebagai Director Epson Indonesia turut menyampaikan strategi baru dalam kancah global.

"Tahun 2017 ini Epson telah menggelontorkan dana senilai USD 500 juta untuk pembangunan R&D global dan USD 700 juta untuk fasilitas pabrik. Diharapkan ini bisa meningkatkan bisnis Epson ke depannya," tutupnya. (mag/rou)