Senin, 12 Jun 2017 04:12 WIB

Bikin Perusahaan Pusing, CEO Uber di Ujung Tanduk?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Bizjournals Foto: Bizjournals
Jakarta - Travis Kalanick boleh saja sosok paling berjasa bagi Uber, hingga startup itu bernilai USD 68 miliar. Namun sekarang, bisa jadi sang pendiri dan CEO Uber inilah yang paling membuat perusahaan pusing tujuh keliling.

Ia ketahuan menulis email tak pantas mengizinkan karyawan berhubungan intim dengan syarat tertentu. Kemudian sumber CNN menyebut Kalanick dan eksekutif lain meminta dokumen medis seorang wanita yang diperkosa kala memakai Uber di India. Kalanick curiga kasus pemerkosaan itu hanya rekayasa perusahaan rival.

Belum lagi Maret lalu, dia bertengkar hebat dengan sopir Uber. Sang sopir protes mengapa Uber sering mengubah-ubah tarif. Tapi Kalanick malah marah besar dan mengeluarkan sumpah serapah pada sang sopir. Ia minta maaf begitu kasus ini terungkap ke publik.

"Jelas video ini merefleksikan diriku dan kritik yang datang adalah pengingat aku harus berubah secara fundamental sebagai pemimpin dan jadi lebih dewasa. Ini adalah pertama kali aku mau mengakui perlu bantuan soal kepemimpinan dan aku berniat mendapatkannya," sebut Kalanick.

Tapi seperti dikutip detikINET dari CNN, kelakuan minus Kalanick itu kabarnya sudah membuat Uber bergejolak. Hingga ada seruan agar dia mundur saja.

"Jika Kalanick benar-benar ingin menyelamatkan perusahaan, dia harus keluar. Uber adalah organisasi yang fantastis dengan ide luar biasa tapi kepemimpinannya buruk," ujar Paul Argenti, profesor korporasi komunikasi di Tuck School of Business.

Sorotan tak hanya mengarah ke Kalanick, tapi tangan kanannya yaitu Senior Vice President Emil Michael. Emil ini juga sering kena kontroversi, antara lain pernah menyarankan membuka aib jurnalis yang memberitakan keburukan Uber.

"Dari yang saya dengar, memang ada kemauan nyata untuk mengubah internal perusahaan. Tapi tentu butuh waktu untuk melihat apakah perubahan yang dilakukan akan mereformasi kultur rusak itu, terutama dengan Travis dan Emil masih ada di atas," kata seorang mantan karyawan yang tak mau disebut namanya. (fyk/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed