Senin, 29 Mei 2017 14:33 WIB

Drone DJI Nyaris Bubar Ditinggal Karyawan

Fino Yurio Kristo - detikInet
DJI Phantom. Foto: GettyImages DJI Phantom. Foto: GettyImages
Jakarta - Membangun bisnis biasanya tak mudah, apalagi kalau benar-benar dari bawah dan modal terbatas. Itu juga dialami Frank Wang kala merintis perusahaan drone DJI.

Saksikan video 20detik tentang drone DJI di sini:


Bersama dua orang temannya, Wang pada tahun 2006 pindah ke Shenzen, kota yang menjadi pusat industri teknologi di China. Mereka bermarkas di sebuah apartemen yang dibayar dengan sisa uang beasiswa Wang.

Di situlah DJI bermula dengan modal nekat, dan awalnya menjual komponen flight controllers ke beberapa klien seperti universitas. Komponen itu bisa digunakan untuk membuat drone secara mandiri.

Penjualan semakin bagus dan membuat Wang bisa merekrut beberapa karyawan. "Aku tak tahu akan seberapa besar pasarnya. Ide kami hanyalah membuat produk, menjualnya ke 10 atau 20 orang dan punya karyawan," sebut Wang yang dikutip detikINET dari Forbes.

Visi yang tidak jelas dan Wang yang terlalu demanding, membuat karyawan keluar masuk karena tidak betah. Dalam dua tahun, nyaris seluruh manajemen atas sudah bubar. Wang mengakui ia memang kadang menyebalkan dan terlalu perfeksionis.

Tapi DJI mampu bertahan dan menjual sekitar 20 kontroler per bulan. Dan untungnya bantuan datang dari teman Wang bernama Lu Di. Lu Di ini menanamkan uang USD 90 ribu pada DJI dan memperpanjang napas perusahaan. Saat ini, Lu masih memiliki sekitar 16% saham DJI.

Sosok lain yang berperan dalam perkembangan awal DJI adalah Swift Xie Jia, yang pada tahun 2010 menjalankan kampanye marketing DJI. Mengendus potensi besar DJI, ia menjual apartemennya untuk berinvestasi di DJI. Sekarang, ia punya 14% saham di DJI.

Wang akhirnya melebarkan sayap ke mancanegara, menawarkan perangkatnya ke pehobi melalui email, ke Jerman sampai Selandia Baru. Flight kontroller buatan DJI pun semakin canggih.

Pada akhir tahun 2012, DJI akhirnya mampu membuat drone lengkap. DJI Phantom, demikian namanya, diluncurkan pada Januari 2013. Ia bisa terbang cukup lama di udara dan cukup kuat, tidak rusak meskipun terjatuh.

Mudah digunakan dan solid, Phantom pun meledak di pasaran. Dan selanjutnya, DJI semakin sukses. Sampai saat ini, belum ada yang dapat menandingi mereka di bisnis drone. (fyk/rou)