Senin, 29 Mei 2017 12:04 WIB

Raja Drone Berduit Triliunan Dulu Ditolak Kampus Idaman

Fino Yurio Kristo - detikInet
Frank Wang. Foto: istimewa Frank Wang. Foto: istimewa
Jakarta - Frank Wang mungkin tak menyangka perusahaan drone DJI yang ia dirikan akan menguasai dunia dan ia jadi kaya raya, duitnya USD 3,6 miliar atau di kisaran Rp 48 triliun. Padahal dulu, Frank sempat menuai kegagalan dan kehilangan arah.

Dikutip detikINET dari Forbes, Wang yang lahir tahun 1980 ini awalnya tertarik dengan helikopter sejak masa kanak-kanak, dari buku cerita yang dibacanya. Ia lalu keranjingan membaca tentang pesawat tebang.

Pada umur 16 tahun, dia dihadiahi helikopter yang dikendalikan dengan remote kontrol karena meraih nilai tinggi saat ujian. Sayang mimpi besarnya untuk kuliah di Amerika Serikat gagal karena nilainya tidak cukup.

Ditolak dari kampus pilihannya, yaitu Stanford dan MIT, Wang akhirnya kuliah di Hong Kong University of Science & Technology. Tapi sepertinya dia asal masuk dan jadi kehilangan arah.

Maka, Wang sering bolos kuliah untuk menekuni hobinya, menciptakan sistem penerbangan helikopter mainan. Dia bekerja siang dan malam untuk membuatnya dan menjadikannya proyek kuliahnya. Untungnya, proyek itu mendapat pujian dari dosen.

"Aku memang tak bisa bilang dia lebih pintar dari siswa lainnya. Namun performa baik dalam pekerjaan itu tidak bisa dinilai dari ranking yang bagus saat kuliah," sebut dosen robotikanya, profesor Li Zexiang.

Sampai tahun 2006, Wang masih menenggelamkan diri dalam kesibukan membuat kontroller perangkat terbang. Lalu bersama dua teman kuliahnya pindah ke Shenzen, ke sebuah apartemen untuk merintis perusahaan DJI.

Dari situlah Wang membangun DJI hingga menjadi perusahaan drone paling ternama di dunia saat ini. Meskipun banyak halangan merintanginya, yang akan diceritakan dalam artikel selanjutnya. (fyk/fyk)