Kamis, 20 Apr 2017 19:14 WIB

Telkom Raup Laba Bersih Rp 6,69 Triliun

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Telkom ternyata masih mencatatkan hasil yang menawan pada catatan kinerjanya sepanjang kuartal I 2017 dengan pertumbuhan triple-double-digit untuk pendapatan, EBITDA dan laba bersih.

Tercatat, pendapatan perusahaan tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama 2016 atau menguat dari Rp 27,54 triliun menjadi Rp 31,02 triliun. Pertumbuhan EBITDA dan laba bersih juga meningkat 14,7% dan 45,8% dari kuartal I 2016 mencapai Rp 16,81 triliun dan Rp 6,69 triliun secara berturut-turut.

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen mengungkapkan bahwa kinerja impresif hingga akhir Maret 2017 ini didorong pertumbuhan yang mengesankan dari layanan data atau bisnis digital.

Bisnis Data, Internet dan Layanan IT diakui olehnya masih menjadi mesin pertumbuhan Perseroan yang mengalami peningkatan sebesar 25,4% dibandingkan kuartal I 2016 atau mencapai Rp 12,92 triliun.

"Bisnis yang didominasi oleh layanan fixed dan mobile broadband ini memberikan kontribusi sebesar 41,6% terhadap total pendapatan konsolidasi Telkom. Hal ini menunjukkan hasil tranformasi perusahaan menjadi perusahaan telekomunikasi digital," ungkap Harry di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Dari kinerja operasional, hingga 31 Maret 2017 pertumbuhan pelanggan IndiHome meningkat 32% menjadi 1,78 juta pelanggan dari periode yang sama di 2016. Sementara Telkomsel selaku entitas anak usaha juga membukukan kinerja cemerlang di tiga bulan pertama 2017.

Telkomsel tercatat mencatatkan pendapatan sebesar Rp 22,30 triliun dimana pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba bersih sebesar 10,4%, 13,0% dan 17,8%. Harry melanjutkan, Telkomsel masih mampu mempertahankan bisnis legacy seluler.

"Guna terus mengembangkan bisnis seluler, Telkomsel sepanjang kuartal pertama 2017 telah menambah 7.060 Base Transceiver Station (BTS) baru dimana keseluruhannya adalah BTS 3G/4G," lanjut Harry.

Sementara itu, total biaya mengalami peningkatan sebesar 3,1% menjadi Rp 18,60 triliun. Biaya operation and maintenance meningkat 8,5% menjadi Rp 8,30 triliun, sejalan dengan perusahaan yang tengah gencar membangun infrastruktur jaringan untuk mendukung performansi mobile dan fixed broadband. Harry berharap kinerja yang cukup menggembirakan pada kuartal I/2017 dapat terus dipertahankan.

"Kinerja yang kuat pada kuartal I/2017 ini merupakan kelanjutan pertumbuhan tahun 2016, kami berharap momentum pertumbuhan ini dapat kami pertahankan pada kuartal selanjutnya," demikian pungkas Harry. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Maudy Ayunda Tertarik Bikin Startup, Tapi..

    Maudy Ayunda Tertarik Bikin Startup, Tapi..

    Kamis, 27 Apr 2017 16:59 WIB
    Tak cuma digeluti oleh kalangan pebisnis, industri startup belakangan juga mulai dilirik kalangan selebriti. Lalu bagaimana dengan penyanyi Maudy Ayunda?
  • Ini Dia Sang 13 Startup Pilihan

    Ini Dia Sang 13 Startup Pilihan

    Kamis, 27 Apr 2017 14:50 WIB
    Dari tiga kota pertama yang disambangi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, yakni Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, telah terlahir 13 startup pilihan.