Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian, Achmad Rodjih Almanshoer mengatakan nantinya pusat riset Apple tersebut akan mengembangkan inovasi, membuat software, aplikasi, hingga menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai dengan standar Apple.
"Basic-nya kan inovasi, sebenarnya dia mau mempersiapkan SDM Indonesia agar mampu dan mempunyai kualifikasi sertifikasinya Apple," ujar Achmad Rodjih, kepada detikFinance, di kantornya, Jumat (31/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti output-nya SDM yang bisa membuat aplikasi, software, tapi nanti tidak melulu di smartphone, tapi dengan kreativitasnya dia bisa membuat software untuk engineering, atau software aplikasi lainnya," ungkapnya.
Ditargetkan tenaga kerja yang terserap dari pembangunan R&D ini mencapai 400 orang. Sementara, pembangunan Apple Innovation Center ini membutuhkan investasi sekitar US$ 44 juta (Rp 585 miliar). (jsn/rou)